Peristiwa

1.249 Keluarga Pengungsi Gunung Sinabung Menempati Rumah Baru

Redaksi TN | Jumat, 02 Maret 2018 - 01:20:37 WIB | dibaca: 68 pembaca

TopikNews (KARO) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Nurhajizah Marpaung mengunjungi pengungsi korban bencana erupsi Gunung Sinabung di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.

Willem mengatakan, kedatangannya untuk melihat dan meninjau langsung progres atau kemajuan yang telah dicapai dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi dampak dari erupsi Gunung Sinabung.

Selain itu, BNPB hendak mengidentifikasi semua permasalahan yang menghambat dari penyelesaian program kerja pemerintah pusat. "Meliputi permukiman hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) serta infrastruktur," ucap Willem di Karo, Rabu, 28 Februari 2018.

Ia menjelaskan, untuk relokasi mandiri tahap pertama di Siosar sudah selesai tahun lalu sebanyak 370 unit atau kepala keluarga (KK). Kemudian relokasi mandiri tahap kedua sebanyak 1.650 KK dan telah selesai 879 KK, sementara sisanya pada akhir Maret 2018.

Artinya, sebanyak 1.249 KK pengungsi Sinabung yang dipaksa meninggalkan kampung halaman mereka karena tergolong zona merah erupsi kini sudah mendapatkan hunian tetap.

"Saya melihat dan berbicara langsung dengan masyarakat yang menempati Huntara III maupun huntap. Saya sudah mengetahui apa permasalahan dan keluhan-keluhan mereka, di antaranya air bersih dan listrik," ujarnya.

Willem membeberkan, relokasi mandiri tahap ketiga akan dibangun 1.098 rumah untuk kebutuhan permukiman, dan saat ini masih tahap pembebasan lahan (land clearing), sementara untuk kebutuhan lahan sedang dilakukan proses perizinan.

"Yang menjadi permasalahan di sini adalah, dengan berkembang data kepemilikan lahan. Dari hasil kesepakatan pemerintah pusat, Pemkab Karo, harus menerbitkan SK tentang data penerima bantuan hunian, agar ke depannya tidak terjadi perubahan data," ungkapnya.

Disebutkan Willem, situasi yang paling diwaspadai saat ini adalah ancaman erupsi seperti yang terjadi pada 19 Februari 2018 yang lalu. Ia pun memberi apresiasi kepada Pemkab Karo dan masyarakat yang dengan segera melaksanakan tanggap darurat dengan cepat dan efektif, sehingga tidak tidak ada memakan korban jiwa.

Yang kedua waspada terhadap lahar dingin Gunung Sinabung. "Untuk mencegah aliran lahar dingin, pemerintah pusat bekerja sama dan bersinergi dengan Pemprov Sumut, Pemkab Karo untuk membangun bendungan atau dam," sebutnya. [TN/rls]

RedaksiTN