Otonomi

Afrizal, Tertarik Kalau Rohil Budidayakan Kerajinan Batik dan Songket

Redaksi TN | Selasa, 11 Februari 2020 - 13:51:11 WIB | dibaca: 187 pembaca

TopikNews (ROHIL) - Geliat laju pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  batik tulis dan songket di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dirasa belum menjanjikan. Kondisi ini disebabkan kurangnya gebrakan dan dorongan dari pemerintah setempat. 
    
Padahal, menurut Afrizal, batik dan songket Rohil memiliki ciri khas tersendiri untuk mewarnai spesifikasi kedaerahan. 
    
"Batik dan songket hasil kerajinan masyarakat Rohil banyak dilirik dan diminati masyarakat. tetapi pelaku UMKM-nya seakan mati suri. untuk itu pentingnya Dinas Koperasi mengutamakan pengrajin batik dan songket dalam pengembangan usahanya," tegas Bakal Calon Bupati Rohil, Afrizal Epi Sintong, pada media ini, Selasa (11/2/2020). 
   
Sebagai politisi yang siap bertarung di Pilkada Rohil ini Afrizal menargetkan, tingkat terbaik dalam memajukan UMKM batik dan songket jika dirinya dipercaya masyarakat Negeri Seribu Kubah menjadi Bupati
     
"Banyak khas batik dan songket Rohil yang layak disandingkan dengan daerah lain. Semuanya ber-khas budaya Melayu Rohil dan Riau. Termasuk batik khas Tionghoa Bagansiapiapi. Ternyata sudah dipasarkan secara individu ke luar Riau. Jika saya terpilih, ini menjadi target saya dalam membina dan memasarkan produk lokal kita," janji Afrizal. 
    
Di samping itu, Afrizal yang juga mantan legislatif Rohil dari partai Golkar, termotivasi untuk mendirikan pusat batik dan songket yang permanen di setiap kecamatan. Sehingga diharapkan hasil kerajinan itu tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal saja.tetapi keluar Rohil dan sebagai motivasi untuk pengusaha ASN kita juga diwajibkan memakai pakaian batik itu.
     
"Mengapa tidak mungkin. toh belakang ini dihari tertentu ASN menggunakan batik. Jadi ketimbang mengenakan batik luar, alangkah baiknya semua ASN wajib mengenakan batik lokal sebagai simbol budaya Rohil," ucapnya. 
    
Masih menurut Afrizal lagi, jika Pemkab Rohil memiliki gedung pusat batik permanen, produksi dan pemasaran nya lancar maka jelaslah dapat menjadi sumber pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
     
   
 
"Pengrajin pun dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya dengan penghasilan yang menjanjikan. Kalau gedung batik sudah berdiri dan mempunyai modal yang cukup, hasil kerajinan batik akan kita perbanyak dan dipasarkan ke luar daerah maupun manca negara,"  jelas Afrizal yang kerap mengenakan batik dan songket Rohil dalam setiap kesempatan.
     
Berikut ini berbagai motif dan corak batik khas Rohil yang berpotensi menurut Afrizal, diantaranya, motif kapal, ikan, rumah adat, laut, dan lainnya. dimana para pengrajin bisa menyebarkannya secara mandiri di berbagai kecamatan.
   
"Pelaku UMKM-nya pun harus secara kontinyu diberi pelatihan baik di daerah maupun ke luar daerah. Sehingga, para pengrajin memiliki wawasan yang luas dalam mengembangkan kreativitasnya," papar Afrizal. [TN/zul]

RedaksiTN