Otonomi

Aksi Demonstrasi Yang Dilakukan Mahasiswa Di Penghujung 2020 Makin Meningkat Tajam, Ini Kata Dr Elviriadi

Redaksi TN | Jumat, 18 September 2020 - 17:11:00 WIB | dibaca: 283 pembaca

TopikNews Pekanbaru Riau II Menyikapi itu, tokoh Ikatan Cendikiawan Muslim (ICMI) Dr. Elviriadi menyampaikan pandangannya ketika dihubungi melalui Aplikasi Whatsaps Jumat, 18 Sept 20.


Ya, eskalasi demo adik adik mahasiswa makin meningkat ujung 2020 ini, syukurlah. Ada penyeimbang penyelenggaraan negara, "kata Elv mengawali.

Ketua Bidang Perubahan Iklim Majelis Nasional KAHMI itu menyebut gerakan aksi protes mahasiswa terjadi karena politik formal mandeg.

"Dalam teori politik, jika institusi konvensional seperti DPR, BPK, dan Eksekutif macet, maka kekuatan politik akternatiflah yang bekerja. Jadi ini sudah tepat, rakyat tertolong," ungkap mantan aktivis 98 itu.

Aktivis Muhammadiyah itu menguraikan, saat ini bangsa Indonesia sedang dalam momentum kritis dan genting.

"Kondisi bangsa genting, politik tidak menegakkan nilai nilai, melainkan alat transaksi untuk harta dan jabatan. Lihat RUU Cipta Kerja, RUU BPIP, RUU Minerba, konsolidasi penguasa-pengusaha menyandera publik. Kekuatan sivil siciety lemah, untung ada massa aksi yang menuntut keadilan bernegara," katanya.

Akademisi yang jadi saksi ahli dipengadilan itu berharap mahasiswa jangan dijebak oknum pejabat lebay.

"Sering saya katakan, mahasiswa itu "moral force", mendongkrak wacana de-moralitas. Jangan mau disuruh minta data waktu demo. Tugas sejarah mahasiswa bukan parsial, tapi paradigmatis. Bergerak pada desakan perubahan dan etis. Menuntut dan mendobrak itu porsinya mahasiswa. Kalau cari data itu ya aparatur negara itulah yang nyari, "pungkas peneliti yang istiqamah gundul kepala demi nasib hutan.


Rilis by ZUR

Redaksi TN C