Otonomi

Aulia Hospital Berikan Pelayanan Sesuai Prosedur

Redaksi TN | Minggu, 04 November 2018 - 09:37:12 WIB | dibaca: 66 pembaca

TopikNews (PEKANBARU) -  Aulia Hospital sebagai salah satu rumah sakit swasta di kota Pekanbaru ini telah banyak membantu masyarakat Pekanbaru khususnya dan Riau pada umumnya. Begitu juga halnya Instalasi Gawat Darurat Aulia Hospital yang merupakan Traumatic Center, pada tahun 2018 Aulia Hospital masuk dalam 5 besar rumah sakit yang banyak menangani kasus kecelakaan lalu lintas.

Saat awak media menemui bagian Humas Aulia Hospital, Mizen menjelaskan, terkait pemberitaan sebelumnya dapat kami sampaikan bahwa pada tanggal 01 November 2018 pukul 22:30 WIB IGD Aulia Hospital menerima telp dari perawat RS Jiwa Tampan yang akan merujuk pasien ke Aulia Hospital dengan informasi pasien atas nama inisial ISr jenis kelamin laki-laki post kecelakaan lalu lintas dengan pembayaran umum.

Pada pukul 23:00 WIB pasien ISr sampai di IGD Aulia Hospital langsung dilakukan tindakan oleh team IGD untuk mengatasi kegawatdaruratan pasien, adapun tindakan yang sudah dilakukan anamnesa dan mengukur vital sign pasien, pembersihan luka pasien dan pemasangan infus. Setelah dilakukan pertolongan pertama keluarga di arahkan ke bagian administrasi untuk registrasi dan menyelesaikan administrasi.

Pada pukul 23:05 WIB masuk pasien dengan identitas belum jelas yang merupakan korban kecelakaan dengan korban ISr , berdasarkan informasi yang di terima pihak Aulia Hospital pasien tersebut sebelum dibawa ke Aulia Hospital pasien sempat dibawa ke RS Jiwa Tampan.

“Di IGD terhadap pasien tanpa identitas tersebut dilakukan tindakan untuk mengatasi kegawatdaruratannya, adapun tindakan yang sudah dilakukan anamnesa dan mengukur vital sign pasien, pembersihan luka pasien dan pemasangan infus,” jelas Mizen, Sabtu (3/11/2018).

Dalam hal penyelesaian administrasi sebagaimana informasi awal bahwa pasien dengan pembayaran umum dan pada waktu itu kejadian tersebut belum ada pelaporan ke pihak polsek tambang tempat kejadian kecelakaan, maka petugas administrasi mengidentifikasi pasien sebagai pasien umum dan menjelaskan informasi pembiayaan terkait pasien yang masuk dengan pembayaran umum. [TN/aL]

RedaksiTN