Otonomi

Baharudin,SH Bersama Komonitas Peduli Sungai dan Hutan Desa Dundangan Desak PT Arara Abadi Distrik Sorek, Segera Kembalikan Hutan dan Sungai Seperti Semula.

Redaksi TN | Jumat, 16 Oktober 2020 - 22:43:00 WIB | dibaca: 245 pembaca

PELALAWAN (RIAU) Komunitas Pecinta Sungai dan Hutan (KPSH) Desa Dundangan, Mendesak PT Arara Abadi Distrik Sorek,Segera Boundary (batas) and Elephant Ditch (parit gajah) yang sepadan dengan Hutan ( Kopung Sialang ) dengan tanaman industri (HTI ) dan Segera juga kembalikan ekosistem habitat sumber mata air, Anak Sungai dan Sungai di wilayah desa Dundangan Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan Riau.

Anggota Komisi II DPRD Pelalawan, Baharudin,SH, kepada awak media, Jumat (16/10/2020).

"Saya atas nama warga desa Dundangan dan selaku Pengurus anak kemanakan Adat Batin Sengeri dan selaku pembina Komonitas Pecinta Sungai dan Hutan, merasa kecewa berat terhadap perusahan PT Arara Abadi Distrik Sorek, Khususnya.

Di dampingi beberapa awak media dan anggota  Komonitas Pecinta Sungai dan Hutan Desa Dundangan, mengajak bersama - sama, Untuk melihat (meninjau) langsung,Hutan dan Sungai peningalan para tokoh masyarakat terdahulu yang ada di area Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Arara Abadi Distrik Sorek.

"Sesampainya di lokasi Hutan dan Sungai yang di maksud.

"Baharudin, lihatlah sendiri pak wartawan, sepadan Hutan dengan HTI sudah di rusak oleh perusahan.

"Dulu, hutan ini sangat lebar dan memanjang tanpa terputus.sumber mata air, anak sungai juga sungai dulu sangat bagus, kini kondisinya nya sudah di lulu lantakan oleh perusahan, Sunguh kejam PT AA ini terhadap lingkungan,Terang," Baharudin.

"Kopung Sialang Hulu Ampai, Kuping Sialang Sula, Kopung Sialang Keladi Ai.kini luas hutan nya sudah mulai berkurang akibat ke kejaman PT AA.

"Sungai Trantang Manuk, Sungai Batu Ampai, Sungai Mampat dan Sungai Manau, kini sudah di porak porandakan ekosistem nya oleh PT AA.

"Hasil Pantauan saya, Hutan yang ada di Desa Dundangan, Desa Trantang Manuk juga Desa Palas, data nya ada sama saya, Jelas sekali di sini (PETA) hutan dan sungai sudah banyak yang di rusak oleh PT AA.

"Dalam waktu dekat Ini (Baharudin).akan bekerja sama (mengandeng)  lembaga lingkungan Hidup, sepert WALHI dan JIKALAHARI juga lembaga lain nya untuk ikut bekerja sama guna memantau dan memanfaat kan Hutan dan Sungai yamg ada di wilayah HTI PT AA secara keseluruhan.Tegas nya.

"Siapa lagi yang peduli denga Hutan dan Sungai tersebut, kalau bukan kita semua, kalau kita tutup mata atas kekejaman PT AA yang telah merusak sungai dan Hutan ini, jelas,kelak anak cucu kita tak akan tau lagi yang nama nya Hutan.

"Jadi, Kita berharap sekali, PT AA untuk kerja samanya dalam menghijaukan dan melestarikan kembali hutan yang telah di rusak.

"Hutan ini akan segera kita jadikan objek wisata dan Trekking.

"Sungai sungai ekosistem yang sudah di porak porandakan (di rusak) baik di kiri kanan sungai, agar segera dan secepat untuk mereboisasi dan menormalisasi  kembali.

"Jika PT AA tidak mengindahkan apa yang menjadi permintaan masyarakat desa dundangan,desa tarantang manuk dan desa Palas. jangan salah kan masyrakat apa bila bertindak. Tegas," Baharudin.SH. (TIM).