Otonomi

Bapak Bupati, Tolong Kroscek Harga Gas Elpiji Bersubsidi 30.000 Di Bukit Kusuma

Redaksi TN | Selasa, 25 Juni 2019 - 21:23:00 WIB | dibaca: 211 pembaca

TopikNews (PELALAWAN) - Merajalela nya dan tak tersentuh hukum sama sekali,Pemilik pangkalan LPG 3 kg ABDUL HALIM di Desa kusuma, dusun bukit kusuma kecamatan pangkalan kuras - Kabupaten Pelalawan -Riau.menjual harga kisaran 30.000 per tabung namun tak ada tindakan tegas dari instasi ter kait membuat warga sekitar harus menahan kecewa yang amat dalam.

Kepastian atas keluhan masyarakat atas salah satu pemilik pangkalan yang terkesan kebal hukum,membuat beberapa awak media termotivasi untuk mencari kebenaran informasi tersebut.

Benar ada nya,kamis 20/06/2019,beberapa awak media menyambangi beberapa rumah warga yang ada di dusun bukit kusuma,salah satu warga,Parjo saat di konfirmasi bahwa diri nya mengunakan gas LPG 3 kg bersubsidi untuk keperluan memasak.

Lanjut Parjo, gas yang di beli nya dari pangkalan Abdul Halim dengan harga 30,000 ( tiga puluh ribu) pertabung,kalaw boleh jujur pak wartawan harga ini sudah sangat lama berlangsung.harga ini sangat mahal sekali ,namun yang sangat kita sayang kan kenapa dari pihak disperindag kabupaten Pelalawan tidak ada tindakan sama sekali ataw bisa juga mereka ini tutup mata dan telinga,cetus Parjo sambil tersenyum tipis ke awak media.

Pemilik pangkalan LPG 3 kg "ABDUL HALIM" saat di konfirmasi awak media Topik mas dan transparansi indonesia,kamis 20/06/2019, membenar kan bahwa telah menjual tabung gas (isi) dengan harga 30,000.dan ini iya lakukan sudah ter amat lama,ya semenjak pangakaln ini berdiri kisaran 10 tahun yang lalu.

Sadar akan perbuatan nya telah melangar hukum karena menjual harga di atas Harga eceran tertinggi/ tidak kewajaran ,pemilik pangakalan sampai sebut bahwa perbuatan nya ini telah di ketahui salah satu oknum dinas terkait"Rizal"namun tidak ada tindakan sehingga pemilik pangkalan terus menjual gas tersebut untuk mencari ke untungan yg sebesar besar nya.saya juga harus bayar uang bongkar tabung gas dari mobil ke gedunga saya kisaran 1000 (seribu) rupiah pertabung nya.kuwota tabung gas yang ia dapat per bulan nya kisaran 560 tabung/bulan.jujur ia mengakui bahwa harga pertabung ia bayar ke pihak distributor kisaran 17.000.sebut pemilik pangkalan yang sering di sapa Ocu.  

Disperindag kabupaten pelalawan, Kastan (Kabid) saat di konfirmasi melalui seluler W A,atas salah satu pemilik pangkalan yg ada di Desa kusuma dusun Bukit kusuma yang menjual tabung gas LPg bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).kepada awak media,Kastan membalas melalui WA nya, "Tolong buat surat laporan melalui Rt/rw dan di kehaui  kepala desa,setelah itu baru kita tindak lanjuti" ok pak saya lagi rapat.balas nya.

Tokoh masyarakat sekaligu tokoh adat juga mantan LSM  yang ada di desa kusuma dusun bukit kusuma yang tak mau di publikasi kan nama nya, membenar kan juga pangkalan tersebut telah menjual gas bersubsidi di atas harga eceran tertinggi dengan harga 30.000 padahal harga HET terpampang jelas 20.000.

Pengecer gas elpiji 3 kg beraubsidi ini bisa di jerat dengan undang undang perlindungan konsumen,pasal 62 ayat 1 junto 81  hurup a UU RI no 8 Tahun 1999 ,penjara sekurang kurang nya 5 tahun,ataw bisa juga di jerat pasal 53 hirup c dan junto dan d junto 23 ayat 2 hurup c U U RI  tahun 2001 tentang migas dengan hukuman penjara ae kurang kurang nua 3 tahun.

Kesimpulan tokoh ini, semua tertumpu pada dinas disperindag yang lemah dalam pengawasan,dan bukan itu saja,yang nama nya bantuan bersubsidi pengawasan juga di lakukan mulai dari pihak desa,kecamatan,kabupaten dan penegak hukum.jadi kalaw harus menunggu ada laporan dari masyarakat baru ada tindakan dari disperindag.ya jelas kinerja pejabat seperti ini perlu di evaluasi kembali.imbuh tokoh tersebut. [TN/Dian]

RedaksiTN