Otonomi

Benarkah Kabupaten Padang Lawas "Korupsi Menggurita"

Redaksi TN | Kamis, 12 April 2018 - 08:30:15 WIB | dibaca: 84 pembaca

TopikNews (PADANG LAWAS) - Ditanya apakah Kabupaten melaksanakan Korupsi yang "Menggurita".Kalau ditanya seperti itu, agak miris Rakyat Kabupaten Padang Lawas yang membacanya.. Mengingat Paska pemekaran 11 tahun di Kabupaten Padang Lawas, tidaklah nampak kemajuannya. Justru yang nampak adalah kehancuran yang dasyat, banyak para pelaku di tingkat Pejabat di Kabupaten Padang Lawas,selalu menjalani kepentingan secara pribadi dan Golongan. Tidaklah seorang Pemimpin bisa melihat bagaimana kepedihan hati rakyatnya,yang dulunya ketika Padang Lawas "Mekar",maka terjadilah Kesejahteraan. Seharusnya Pemimpin tersebut harus bisa bermain "Diatas Kepentingan Segalanya dari Kepentingan Pribadinya".Tapi ingat, bahwa Kabupaten sudah diberi peringatan bencana, ketika turun banjir bandang.Janganlah Kabupaten di turunkan Bencana lebih "Dasyat" lagi. Ketika Allah sudah mengatakan "Kun Faa Yaa Kun",maka Kabupaten Padang Lawas akan turun yang tidak di inginkan bersama. "Nauzubillah Minzaalikaa".Hal tersebut diungkapkan LSM LPAD Asrul Hasibuan. 

Lanjut Asrul,didalam menjalani Pemerintah bahwa kita harus memberikan yang terbaik dan mengedepankan "Simbiosys Mutualys".Karena yang namanya Pemerintah, tidak terlepas dari Media Massa yang notabenenya merupakan keberadaan seorang Jurnalis yang selalu menulis kebajikan-kebajikan dalam kebijakan untuk membangun "Roda-Roda Pemerintahan".Karena keberadaan seorang Jurnalia adalah sebagian "Organ-organ" Pemerintah yang terdiri dari "Mata, Telinga, Otak dan Tangan".Sehingga apa yang menjadi kebaikan dalam memberikan Kebijakan akan di muat ke dalam satu Catatan penting di tengah-tengah masyarakat. 

Lanjut Asrul, bahwa pada intinya tanpa ada kerjasama yang baik antara pihak Pemerintah dan Para Jurnalis tidaklah maju Pemeritah tersebut, dan Dunia Inforamsi pun menjadi tertutup, sehingga pemberitaan Korupsi pun terus berkumandang setiap hari. Karena bagi kami para Jurnalis mengharapkan agar hubungan Pemerintah dan pihak Media Massa terus berkesinambungan dengan baik, sehingga setiap Kebijakan yang dilakukan oleh Pemetintah akan bisa di Up-Date dengan bagus alias "Open Komunication", berikanlah keterbukaan Publik bagi kami para Jurnalis, janganlah selalu bermain di "Close Comunication" pada Pemerintahan Kabupaten Padang Lawas, sehingga masyarakat pun akan merasakan Pembangunan yang sugnifikan tentang Pemerintah, khususnya Pemerintah Padang Lawas. 

Lanjut Asrul wajarlah kita di Provinsi Sumatera Utara khususnya Kabupaten Padang Lawas tidak pernah bagus dalam menjalani Tatanan Pemerintahannya, selalu terjadi Korupsi di kalangan Pejabat. Itu berakibat karena Pemerintah tersebut tidak mau kerjasama dengan baik dengan para Awak Media Massa,terkesan sepele dengan seorang Jurnalis yang notabenenya adalah "Kuli Tinta".Jangan coba-coba untuk Zaman Now ini,Pemerintah yang di Komandoi seorang Gubernur, Walikota ataupun Bupati (khususnya bupati padang lawas red-) tidak mau bekerjasama dengan para Media Massa,khususnya Media Massa di Kabupaten Padang Lawas.Karena akan merugikan Pemerintah itu sendiri selaku seorang Pejabat yang berkuasa penuh dalam hal menjalani "Roda-Roda Pemerintahan".Jadi kepada Pemerintah yang baru,baik di Sumatera Utara maupun Kabupaten Padang Lawas,usai Pilkada tanggal 27 Juni tahun 2018 jangan macam-macam dengan keberadaan "Jurnalis Zaman Now",karena tanpa keberadaan "Jurnalis Zaman Now" tidaklah berkembang Visi dan Misi sekaligus Konsepsi Kerja yang progresive untuk 5 tahun yang akan datang. [TN/DewaJarlub S.Sos]

RedaksiTN