Otonomi

Berulang Kali Di Sidak Anggota DPRD Doktor Tetap Tidur Di Kursi

Redaksi TN | Rabu, 06 Maret 2019 - 19:28:11 WIB | dibaca: 284 pembaca

TopikNews (PELALAWAN) - Program Pelalawan sehat adalalah salah satu yang di ungul kan Bupati pelalawan H.M.Haris,namun program ini tak semudah apa yang telah di sampaikan oleh bapak bupati.di setiap ada kunjungan kerja ke daerah selalu menyampaikan 7 program ungulan pemda pelalawan yang mana di antara salah satu nya pelalawan sehat namun semua ini harus di dukung dengan perlengkapan pelayanan yang maxsimal agar hasil nya sesuai dengan tujuan.

Salah satu badan layanan umum daerah(BLUD) puskesmas pangkalan kuras II yang berada di jalan lintas timur desa trantang manuk,kecamatan pangkalan kuras kabupaten pelalawan-Riau.hasil pantauan dan investigasi awak media ,puskesmas ini minim sekali fasilitas.

Kepala puskesmas( kapus)pangkalan kuras II,dr bambang hermanto ,saat di temui awak media,rabu 06/03/2019 di ruang kerja.kapus ini memilih diam namun apa yang menjadi kekurangan telah di sampaikan melalui acara musrembang di kecamatan beberapa waktu yang lalu.

Salah seorang staf puskesmas saat di temui awak media, yang tak mau di sebut kan nama nya( publikasikan),membenarkan bahwa puskesmas pangkalan kuras II ini masih banyak kekurangan pendukung fasilitas pelayanan.

Banyak nya kekurangan fasilitas,Dari hal yang kecil, puskesmas ini tidak ada petugas kebersihan namun di paksakan untuk bersih dan rapi,sopir ambulance dan penjaga tak ada,tenaga farmasi(obat obatan) sama sekali tak ada.

Untuk rumah jaga doktor dan bidan juga tak ada sehinga doktor jaga harus tidur di bangku saat malam tiba sambil menungu pasien.

Doktor puskesmas ada empat orang namun kebenaran nya hanya ada dua doktor yang praktek dan untuk dua doktor lagi sudah satu tahun ini mengikuti pedidikan kejuruan spesialis,jelas untuk pelayanan kesehatan pasti nya kurang maximal.kebenaran doktor jaga sering tidur di kursi tunggu, itu benar karena rumah doktor tak ada sama sekali.fasilitas transportasi hanya ada satu unit.jelas sangat maxsimal di karenakan puskesmas ini melayani sepuluh desa.

Wajar saja badan layanan umum daerah(BLUD) ini terkesan di paksakan, wajar saja kalaw ada masyrakat mengeluhkan pelayanan puskesmas ini.namun demikian tak membuat para doktor dan bidan yang bertugas tidak pitus asa dan tetap semangat demi melayani kesehatan masyrakat banyak.

" Semua permasalahan ini sudah di sampaikan baik melalui acara musrembang dan permohonan melalui dinas terkait,namun sudah empat tahun berjalan sampai saaf ini apa yang menjadi usulan yang sifat nya emergancy masih belum juga ada gambaran akan datang nya bantuan tetsebut.

Membenarkan bahwa puskesmas pangkalan kuras II ini sudah sering kali di sidak oleh angota dprd kabupten pelalawa, namun apa yang telah di sampaikan ke wakil rakyat tersebut belum menunjuk kan tanda tanda akan datang nya bantuan tersebut.

Tokoh masyrakat, ujang saat di temui awak media membenarkan bahwa pasilitas pendukung belum lah lengkap sangat minim sekali.

Berharao Kepada bapal bupati pelalawan dan wakil rakyat juga pejabat yang ada di kabupten pelalawan Berharap di tahun 2019 tokoh masyakat  ini agar bener bener puskesmas di perhatikan (kondisi) kan dengan sebaik mungkin .kasian juga doktor /kapus rumah mereka tak ada di sini namun demu tugas mereka siap dengan ke adaan apa pun. [TN/Dian]

RedaksiTN