Otonomi

Bupati H.Suyatno Buka Konferensi IV PGRI Rohil

Redaksi TN | Senin, 09 Maret 2020 - 19:23:29 WIB | dibaca: 325 pembaca

TopikNews (ROHIL) - Konferensi IV PGRI kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masa Bhakti tahun 2020-2025 sekaligus workshop penilaian kinerja guru (PKG) dan Launching majalah trubus PGRI provinsi Riau dengan tema mewujudk7an PGRI sebagai organisasi profesi dan perannya dalam meningkatkan mutu pendidikan abad ke-21 digelar di gedung serbaguna "Misran Rais" Jalan Utama Bagansiapiapi, Senin (09/03/2020). Hadir bupati kabupaten Rokan Hilir (Rohil) H.Suyatno, kadisdikbud Rohil HM Nur Hidayat,SH,MH, ketua PGRI prov Riau DR M Syafi'i, Spd,Msi dan rombongan pengurus PGRI Provinsi Riau, wakil ketua DPRD Rohil Basiran Nur Etendi, ketua PGRI Rokan Hilir Dr Zulfikar,SE,MM dan undang anggota PGRI se-Rokan Hilir. Dalam kesempatan ini bupati Rokan Hilir H.Suyatno menanda tangani launching majalah PGRI provinsi Riau.

Panitia pelaksana Dr Zulfikar,SE,MM menjelaskan kabupaten Rokan Hilir merupakan penyelengara konferensi pertama di provinsi Riau. Dikatakannya setiap kecamatan lima orang pengurus PGRI kecamatan ikut pada konferensi ini.
 
  

"Konferensi ini gratis yang biasanya setiap mengikuti konferensi harus membayar Rp 1,5 Juta,"katanya ketua PGRI Rokan Hilir ini.

Dalam kesempatan ini, Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2020 ini merupakan masa berakhir kepengurusan PGRI. Namun masih banyak program lagi yang harus di lanjutkan oleh kepengurusan PGRI periode selanjutnya.

"Jika Salah satu program perumahan PGRI bisa dibantu oleh pemerintah daerah maka saya siap menjabat lagi pada periode yang kedua kalinya,"kata Zulfikar.

Sementara itu, bupati kabupaten Rokan Hilir (Rohil) H.Suyatno mengajak para guru agar sama sama memajukan dunia pendidikan di kabupaten Rokan Hilir.

Kemudian itu, dia mengatakan ketika dirinya berada di IPB pihak IPB menjelaskan dari semua kabupaten/kota, kata Suyatno, kabupaten Rokan Hilir nomor satu yang peduli kepada mahasiswa yang  melanjutkan pendidikan di IPB.

Orang nomor satu di Rohil ini menjelaskan agar kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Rokan Hilir, HM Nur Hidayat dapat menampung segala aspirasi dari para guru Rokan Hilir.

"Sekecil apapun dunia pendidikan harus ditampung, bukan hanya sekedar ditampung saja namun harus di tindak lanjuti. Soal honor terlambat tidak akan ada terlambat,"tegas Suyatno.

Dalam kesempatan ini, kata orang nomor satu di Rohil ini, diantara penduduk di Rokan Hilir jangan sering membedakan antara suku yang berada di daerah Rokan Hilir karena semuanya tetap orang Rokan Hilir.

"Semoga Allah senantiasa memberikan terbaik untuk negeri ini,"tandasnya.  [TN/Faz]

RedaksiTN