Hukrim

Diduga Mencuri Sarang Walet, Warga Mandau Pingsan Dihakimi Massa

Redaksi TN | Selasa, 10 Januari 2017 - 21:56:50 WIB | dibaca: 273 pembaca

TopikNews.Com, ROHIL - Jajaran Polsek Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir mengamankan pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan, Slamet Purnomo (30) jalan Suka Ramai KM 10 RT 03 RW 05 Desa Petani Mandau Kabupaten Bengkalis. Pelaku melakukan pencurian sarang burung walet

Peristiwa ini diketahui berdasarkan laporan kepolisian LP/ 03 /1/2017 /Riau/Res Rohil /09/1/2017 dengan saksi pelapor Rianto (40) dan Jumiati (35) alamat Jalan MH Nur Tungkang Kampung Selamat RT 03 RW 06 Kepenghuluan Ujung Tanjung Tanah Putih Rohil.

Pencurian ini terjadi Minggu (9/1/2017) sekira pukul 05.00 wib. Saat bangun tidur, Jumiati pergi ke ruko tempat usaha sarang walet yang tidak jauh dari rumahnya. Pada saat itu Jumiati hendak mematikan lampu ruko. Sampai di ruko, Jumiati melihat pintu telah terbuka dan gemboknya terlepas. Kontan saja Jumiati berteriak dengan suara kuat dan melihat seseorang keluar dari dalam ruko sarang walet tersebut.

Pelaku langsung keluar melarikan diri dengan membawa satu kantong plastik warna putih ukuran 2 Ons setelah mendengar suara teriakan Jumiati. Pelaku dikejar salah satu warga, dan berhasil menangkap pelaku dan dihakimi massa hingga tidak sadarkan diri.

Dalam keadaan pingsan pelaku diserahkan ke RT setempat, kemudian Bhabinkamtibmas, Bripka Arie Mualim membawa barang bukti yang diamankan 1 skrap alat panen walet, 1 unit kunci T, 1 bungkus plastik ukuran 2 ons sarang walet,

Kapolres Rokan Hilir AKBP Hendry Posma Lubis,SikMH melalui Kasubag Humas Polres Rohil Aiptu Yusran Pangeran Chery membenarkan adanya peristiwa pencurian. "Sementara ini atas laporan warga tersangka yang tidak sadarkan diri dibawa kerumah sakit Regita Medika, korban langsung melapor ke Polsek Tanah Putih guna pengusutan lebih lanjut," ujar Yusran, Selasa (10/1/2017)

Atas kejadian ini tersangka tidak sadar diri karena dihakimi massa. “Sementara ini tersangka dirujuk kerumah sakit umum Bagansiapiapi dan belum bias dimintai keterangan," kata Yusran.

 

RedaksiTN