Otonomi

Dirjen Perhubungan Darat Resmikan Pembangunan Terminal Tipe A Puuwatu Kota Kendari

Redaksi TN | Senin, 21 September 2020 - 05:53:35 WIB | dibaca: 48 pembaca

TopikNews (KENDARI) - Sarana transportasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi perhatian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Hal itu ditandai dengan peresmian Pembangunan Terminal Tipe A di Kecamatan Puuwatu Kota Kendari  Sultra, Sabtu, 19 September 2020) yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Kemenhub RI, Budi Setyadi.


Selain terminal Tipe A di Puuwatu, diwaktu yang sama, Kemenhub juga meresmikan   secara simbolis pembangunan Pelabuhan Penyebarangan Kaledupa-Binongko di Kabupaten Wakatobi dan Pelabuhan Penyebrangan Siompu-Kadatua Kabupaten Buton Selatan (Busel).


Peresmian sejumlah pembangunan fasilitas transportasi di Sultra itu juga dihadiri oleh  Wakil Ketua Komisi V,  DPR RI  Ir Ridwan Bae dan Gubernur  Provinsi Sulawesi Tenggara,  Ali Mazi SH.


Pada kesempatan itu, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi, meminta agar terminal Puuwatu tidak meloloskan truk yang overload.


"Truk-truk ini menyebabkan kerugian atas kerusakan jalan. Selain itu kecelakaan jalan raya karena beban muatan. Tetapi di Sultra sudah ada tim terpadu penanganan overload ini," kata Budi Setyadi dalam kata sambutannya.


Khusus di Kabupaten Wakatobi pembangunan pelabuhan dilakukan untuk mendukung Pariwisata di daerah itu dengan membangunan 10 (sepuluh) kawasan wisata khusus. Pemerintah juga bahkan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp300 (tiga ratus) Miliar untuk membangun sarana dan fasilitas angkutan laut. Terminal dan sarana angkutan laut, akan menjadi tanggung jawab pihaknya sehingga terakses dengan baik.


Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, memuji perhatian Kemenhub RI  pada sektor transportasi di Sultra. Menurutnya, selain pembangunan terminal tipe A di Puuwatu Kendari, dihadapan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi, mantan Bupati Muna dua periode ini mengungkapkan pembangunan  pelabuhan di Wakatobi, perlahan-lahan mulai rampung. Sebagai provinsi yang memiliki banyak daerah kepulauan ujarnya,  pembangunan jembatan penghubung antar pulau sangat diperlukan.  


Ridwan merinci, pembangunan jembatan Buton-Muna yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,8 triliun mulai dilelang pada tahun depan. Begitupula jembatan penghubung Muna dan Konsel, juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan akses transportasi di Sultra, bahkan menjadi akses penghubung transportasi di Sulawesi.


Terkait jembatan penghubung Muna dan Buton, Ridwan mengatakan agar Gubernur Sultra, Ali Mazi, menangani Analisa Mengenai Dampak Lingkungannya (Amdal) sehingga pada tahun 2022 nanti bisa dibangun fisiknya.


Sementara itu, Gubernur Sultra, Ali Mazi, mengungkapkan Pembangunan terminal,  Kelas A  Puuwatu, baru kali ini dibangun di  Sultra. Hal itu diharapkan agar dapat  menempatkan Sultra pada daerah terdepan.


"Ini hasil kolaborasi yang baru digagas tahun lalu," jelasnya.


Ali Mazi mengatakan, pentingnya pembangunam fasilitas perhubungan baik darat maupun laut di Sultra. Menurutnya, jika semua akses perhubungan tersambung di Sultra maka dapat menyatukan wilayah Sultra. 


Pembangun fasilitas perhubungan sangat  diharapkan masyarakat. Olehnya itu,  pihaknya mendesaign konsep Garbarata,  sasarannya adalah konektivitas yang bercirikan kepulauan.


Dalam kegiatan tersebut, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Sultra juga telah melakukan pemotongan bak kendaraan over dimensi atau kendaraan angkutan barang yang memiliki bak kendaraan yang melebihi batas. Hal demikian diungkapkan Kepala BPTD wilayah XVIII Sultra, Benny Nurddin.


Benny menjelaskan, dalam menunjang keselamatan dan ketertiban dalam pemuatan angkutan barang, maka dalam kegiatan ini juga digabungkan dengan pemotongan kendaraan angkutan barang yang memiliki bak kendaraan yang melebihi batas. "Jadi hari ini kami menggabungkan kegiatan pembangunan infrastruktur dibidang darat ini dengan pemotongan Bak kendaraan demi mewujudkan Zona Keselamatan Transportasi Diprovinsi Sultra," ungkapnya.


Lanjut Benny mengatakan, seperti yang kita ketahui bahwa, kendaraan angkutan barang yang over dimensi sangat meresahkan masyarakan karena tentu saja hal ini sangat mempengaruhi keselamatan pengguna jasa dalam berkendara. 


"Pemotongan kendaraan ini tidak hanya dilakukan hari ini, tapi kegiatan ini akan terus berlanjut, agar Zona keselamatan Transportasi Darat di Sultra ini bisa segera terwujud," terangnya.
 
Penulis : Sukri
RedaksiTN