Advertorial

Dishub Beri Target Rp 409 Miliar Capaian Retribusi Parkir Kepada PT YSM

Redaksi TN | Senin, 23 Agustus 2021 - 12:40:53 WIB | dibaca: 92 pembaca

Pekanbaru, RiauTopiknews
 
Terhitung dari awal September 2021, pengelolaan parkir tepi jalan diserahkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru ke pihak swasta. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru telah melakukan sayembara guna mencari rekanan untuk mengelola parkir di beberapa wilayah.

Rekanan tersebut bakal mengelola hingga sepuluh tahun kedepan. Dalam perjanjian kerjasama selama sepuluh tahun tersebut, rekanan harus mampu mengejar target Rp 409 miliar.
"Target selama sepuluh tahun itu Rp. 409 miliar. Mereka harus menyetorkan ke Pemerintah Kota," terang Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso, Rabu (11/8).

Menurutnya, rekanan ini terpilih setelah mengikuti sayembara sejak tiga pekan lalu. Ia lolos seleksi dan standar pengelolaan yang diinginkan pemerintah kota berbasiskan teknologi. Ia mengelola satu wilayah kerja yang diberikan Dishub Pekanbaru.

Rekanan mengelola parkir tepi jalan di beberapa kecamatan di Kota Pekanbaru. Sebagian di Kecamatan Tuah Madani, Binawidya, Mapoyan Damai, Payung Sekaki, Bukit Raya dan Tenayan Raya.
 
PT YSM Kelola Parkir Tepi Jalan Umum
Parkir tepi jalan umum pada 1 September 2021 bakal dikelola oleh pihak ketiga. Mereka yang mengelola parkir tepi jalan umum yakni PT.  Yabisa Sukses Mandiri (YSM).
 


Tim seleksi sayembara pengelola pakir sudah menyelesaikan proses sayembara untuk mencari mitra pengelola parkir tepi jalan umum. PT YSM terpilih setelah menjalani serangkaian proses dalam sayembara.
"Tim seleksi sayembara setelah melalui proses adiministrasi dan teknis akhirnya menetapkan pemenang yakni PT.YSM," terang Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pekanbaru, Yuliarso.

Proses Sayembara Sudah Mengikuti Perundang-Undangan
Rangkaian proses sayembara sudah mengikuti aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Mereka juga sudah meminta pendapat hukum dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

Dirinya berharap pengelola parkir saat ini nantinya lebih profesional. Pengelola harus mengatur juru parkir dengan baik agar lebih profesional.

Apalagi pendapatan parkir tepi jalan umum bukan lagi berupa retribusi tapi jasa layanan. Maka ia mendorong pengelola untuk lebih profesional. Pengelola mesti mencapai potensi parkir Rp 409 miliar dalam sepuluh tahun sesuai kesepakatan dalam kontrak.
 
Pemerintah kota bakal mendapat persentase bagian dari total potensi pendapatan parkir tepi jalan setiap tahunnya yang berkisar Rp 40 miliar.
 
"Setiap tahunnya kita bakal dapat persentase yang menigkat selama sepuluh tahun ini," papar Yuliarso.