Otonomi

Diskes Pekanbaru Imbau Masyarakat Selektif Membeli Makanan selama Ramadhan

Redaksi TN | Senin, 13 Mei 2019 - 16:39:37 WIB | dibaca: 22 pembaca

TopikNews (PEKANBARU) – Peredaran makanan mengandung formalin, Borax dan berbahan pewarna tekstil di bulan Ramadhan cukup rentan. Terutama di pasar dadakan yang menjual takjil dan makanan bukaan.

Untuk menghindari hal tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, dr. Zaini Rizaldi mengimbau agar masyarakat untuk selektif membeli makanan bukaan selama ramadhan. Bahkan makanan yang mengandung zat makanan berbahaya tidak layak dikonsumsi untuk manusia dan jika dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan penyakit yang berbahaya, terutama kanker.

''Kami juga mengimbau kepada penjual untuk menyajikan makanan yang aman dikonsumsi bagi konsumen selama ramadhan baik dari zat kimia dan bahan berbahaya. Dan kami juga meminta tidak menambah zat makanan seperti pewarna makanan. Sebab akan membahayakan masyarakat mengkonsumsinya,'' imbau dokter Bob begitu akrab ia disapa.

Tak hanya dari penjual saja dokter Bob juga mengimbau warga lebih selektif membeli jajanan berbuka puasa untuk menghindari makanan yang dapat mengganggu kesehatan.

''Sekarang ini pasar Ramadhan bermunculan di beberapa titik, beragam makanan yang dijual. Oleh sebab itu, kami mengimbau warga lebih selektif memilih menu yang lebih sehat dikonsumsi,'' ujarnya.

Pihaknya bersama tim gabungan terus memantau kondisi menu makanan yang dijual di sejumlah pasar dadakan Ramadhan untuk mengantisipasi beredarnya makanan yang tidak layak secara kesehatan.

''Kami tidak bisa melarang orang berjualan ataupun warga yang membeli, kami hanya bisa memberikan imbauan dalam rangka memilih menu yang sehat untuk berbuka puasa,'' terangnya.

Dalam kesempatan ini, ia juga menyarankan warga menghindari mengonsumsi makanan yang mengandung pengawet, karena secara kesehatan tidak direkomendasikan.

''Kemudian kami juga mengimbau warga lebih waspada terhadap penyakit yang muncul selama Ramadhan. Penyakit itu muncul bisa jadi karena pola makan yang salah.  [TN/rLs]

RedaksiTN