Ekbis

Dolar dan Ancaman Donald Trump Bikin Harga Emas Berkilau

Redaksi TN | Sabtu, 07 April 2018 - 13:49:43 WIB | dibaca: 78 pembaca

TopikNews (JAKARTA) - Donald Trump dan pejabat China yang memberikan kekhawatiran tentang kemungkinan perang dagang. Harga emas juga dipengaruhi data pekerjaan AS ternyata lebih lemah dari harapan.

Melansir laman Reuters, Sabtu (7/4/2018), harga emas di pasar Spot naik 0,5 persen menjadi USD 1.332,11 per ounce. Di awal perdagangan, harga emas jatuh ke sesi rendah USD 1.321,16, terendah sejak 21 Maret.

Adapun emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup naik 0,6 persen menjadi USD 1.336,10 per ounce. Harga emas di pasar spot naik 0,6 persen sejak Jumat lalu.

Wall Street jatuh, dengan Dow turun lebih dari 450 poin, setelah Trump mengancam kembali untuk mengenakan tarif impor terhadap China senilai USD 100 miliar. Ancaman ini kemudian dibalas Beijing yang menjanjikan adanya serangan balik yang lebih sengit.   

Kejatuhan harga saham menyeret dolar terhadap yen dan euro. Hal penekan Dolar adalah data yang menunjukkan perekonomian AS pada Maret menciptakan pekerjaan paling sedikit dalam enam bulan. Hal ini kemungkinan mendorong Federal Reserve untuk lebih lambat menaikkan suku bunga.    

Harga emas terus berfluktuasi seiring munculnya kekhawatiran perang perdagangan antara AS-Cina. "Kami kembali ke skenario risk-off hari ini, tapi tetap saja terjebak dalam kisaran perdagangan antara USD 1.300 dan USD 1.360," kata RobHaworth, Ahli Strategi Investasi Senior U.S. Bank WealthManagement.

Dia mengatakan jika pasar sangat memperhatikan dolar dan obligasi serta langkah apa yang akan dilakukan Fed.   

"Laporan penggajian telah memberikan dorongan kecil untuk emas, tetapi secara keseluruhan itu minggu yang cukup suram," tambah Kepala Strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen.

Adapun harga perak turun 0,1 persen menjadi USD 16,33 per ons, dan berada di jalur turun 0,2 persen selama seminggu.

Harga Platinum naik 0,3 persen ke posisi USD 913 per ounce, tapi turun 1,6 persen secara mingguan. Harga Palladium jatuh 0,4 persen ke posisi USD 901,30 per ons, setelah jatuh ke USD 895,47, terendah sejak Agustus 2017.  Harga ini turun 5,3 persen secara mingguan.

"Tren kenaikan harga tahun lalu telah berbalik dan harga paladium berada turun lebih dari 20 persen dari posisi Januari," jelas Julius Baer dalam sebuah catatan. [TN/aL/rls]

RedaksiTN