Otonomi

Eddy Ganefo Resmi Lantik Supianto.S.Sos Sebagai Ketua Kadin Provinsi Riau

Redaksi TN | Selasa, 03 Desember 2019 - 10:19:16 WIB | dibaca: 61 pembaca

TopikNews (PEKANBARU) - Ketua Umum Kamar Dagan Indonesia (Kadin) Eddy Ganefo Secara resmi telah mengukuhkan Pengurus Kadin Provinsi Riau yang di komandoi oleh Supianto.S.Sos Periode 2019-2024 yang dilaksanakan di Hotel Arya Duta Pekanbaru Senen (02/12/2019) Sore

Dalam kata sambutannya ketua panitia M.Maliki menyampaikan ucapan terimakasih banyak kepada seluruh panitia yang sudah bertungkus lumus didalam mempersiapkan acara pelantikan ketua Kadin Riau.

Terimaksih atas kerjasama semua pihak yang sudah menyukseskan acara ini sehingga acara ini terlaksana dengan lancar.Ia berharap kedepan seluruh para pengurus Kadin tetap solid dan bisa membawa organisasi ini semakin baik dan bisa mengembang UMKM yang ada di Riau ini,"tutup Maliki.
 

Kadin adalah organisasi bisnis dan sesuai dengan amanat undang-undang Nomor 1 Tahun 87 Pasal 6 dan penjelasan di dalam pasal 6 itu jelas bahwa tugas utama dari Kabinet Indonesia adalah membina pengusaha menengah pengusaha kecil dan pengusaha mikro jadi Kadin ini bukan mengambil dana proyek APBD atau APBN bukan untuk menakut-nakuti tapi adalah membina para UMKM itu tugas utamanya selama ini hampir tidak pernah menjalankan tugasnya kita tahu mungkin termasuk di sini juga,"ungkap Eddy Ganefo

Jadi mulai sekarang kita melaksanakan amanat tersebut direncanakan dengan bapak kepala dinas kita akan konsen membantu membina UMKM di daerah khususnya yang mempunyai potensi di kabupaten di provinsi Riau ini seperti pagi tadi saya sampaikan beberapa konsep kita adalah memberdayakan produk turunan dari pada kelapa karena banyak sekali kelapa di Riau ini yang tentu bisa kita manfaatkan bisa meningkatkan valuasinya nilai tambahnya yang tadinya jadi sampah ini bisa menjadi emas sabutnya terbuang bisa jadi tali dan macam-macam batok nya juga bisa jadi arang arang batok bisa menjadi briket kemudian bisa jadi karbon aktif dan juga bisa menjadi bahan bahan kosmetik bahan-bahan kesehatan dan sebagainya akhirnya sama seperti itu juga bisa jadi nata de Koko ataupun air kelapa yang bisa dijual dan diekspor dagingnya juga demikian bisa menjadi  menjadi tepung kelapa dan sebagainya agar semuanya bisa kita ekspor,"tegasnya

Oleh karena itu tadi yang disampaikan bahwa terjadi penurunan perekonomian di kabupaten di provinsi Riau sementara investasinya sangat besar Oleh karena itu kita menggalakkan UMKM untuk mengubah meningkatkan perekonomian di provinsi Riau ini jadi Pak Supianto kita diperintahkan supaya bulan depan udah ada laporan untuk pembinaan dan pelaksanaan pekerjaan di provinsi Riau ini jadi kita usahakan untuk tidak menggerus APBD tapi justru kita menyebut kata gubernur provinsi Riau dengan investasi investasi dari kita sendiri dan tentunya harapan saya UMKM di Indonesia ini khususnya di provinsi Riau adalah UMKM yang menjadi pahlawan devisa utarakan pengelolaan produk-produk perdagangan itu untuk orientasi ekspor sehingga menghasilkan devisa bagi negara dan juga tentu peningkatan ekonomi bagi provinsi Riau,"tutup Eddy Ganefo

Pemerintah Riau sangat butuh partisipasi nyata dari semua elemen yang ada baik yang berada dalam lingkungan pemerintah sebagai regulator Pembina maupun masyarakat luas termasuk yang paling utama adalah kalangan dunia usaha sebagai pelaku ekonomi dan optimal sebagai Mitra dari daerah dalam mendukung kepentingan Pembangunan Daerah maupun nasional untuk mengantisipasi serta menyiapkan diri diberlakukannya era perdagangan bebas yang tidak mengenal batas negara,"ungkap Asrizal selaku mewakili Gubernur Riau

Sebagai guru perekonomian negara tidak hanya diisi oleh pengusaha pengusaha besar namun juga diisi oleh pengusaha kecil menengah yang berkontribusi positif dalam memajukan meningkatkan perekonomian rakyat Riau yang selama ini mengemban misi dan juga memiliki tanggung jawab dalam membina dan mengembangkan kerjasama yang seimbang dan Selaras baik sektoral maupun non sektoral pada skala daerah Nasional maupun Internasional dalam rangka menciptakan usaha yang sehat dan dinamis

kita ketahui bersama perhatian publik dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi nasional Riau sangatlah besar kita melihat provinsi Riau dalam periode 2011 sampai 2018 ekonomi Riau mengalami perlambatan atau penurunan 2011 ekonomi pada level 5,57% akhir 2018 kemarin ekonomi Riau tumbuh hanya pada level 2,34% jauh di bawah Nasional 2019 sampai bulan ketiga ini kita baru mencapai 2,8% baik pemerintah maupun bagi Kadin Riau ke depan apabila kita lihat data yang ada Mengapa ekonomi tidak tumbuh dan berkembang secara pesat karena selama ini mengandalkan  pada dua sektor yang pertama migas yang kedua perkebunan sawit di gas bermasalah di bidang perdagangan Global saat ini turun.

Sawit Kita hari ini bermasalah dengan dunia luar khususnya Eropa Kita disuguhkan dengan terkait dengan penyakit tanaman sawit di lahan gambut yang tidak benar akhirnya harga sawit turun padahal Riau memiliki 2,4 juta lawan lahan sawit itu yang legal di satu sisi kita selalu bilang berada pada peringkat kelima investasi di Indonesia dan bahkan peringkat 1 investasi di luar Jawa tapi mengapa ekonomi hari ini belum memadai

 Gubernur Riau mulai merintis salah satu sektor pariwisata yang dikolaborasikan dengan UMKM Jadi bagaimana UMKM kita kan kita bisa tumbuh berkembang didukung dengan pariwisata Yang kedua kita memang punya potensi pertanian yang besar sampaikan tadi dapat kebun yang lainnya karena saja saya tadi bicara sama pak ketua umum kita punya kurang lebih Rp1.500 berarti Rp1.500 kebun kopi liberika untuk sampai ke sana tetapi pak ketua kurang lebih 9 jam baru sampai ke tempat itu di seberangnya itu adalah Batu Pahat kalau malam hari kita berdiri di pantainya dapat kita akan melihat Batu Pahat Coba bayangkan kopi yang diberikan tadi diekspor ke Malaysia hanyalah bentuk kopi biji dalam karung di Malaysia baru diolah dengan teknologi baru teknologi dengan laser dan baru dijual sama kita lagi ini sangat kita sayangkan,"tutup Asrizal  [TN/aL]

RedaksiTN