Otonomi

Empat Tahun Bekerja, Nasib Empat Orang yang Bekerja Dengan Syarif Hidayat Bupati Muratara, Sangat Menyedihkan

Redaksi TN | Selasa, 15 September 2020 - 09:29:29 WIB | dibaca: 514 pembaca

TopikNews (SUMSEL) - Sebut saja AH (54) seorang kakek yang sudah masuki usia renta dengan sangat menyedihkan saat menutur  kepada awak media kejadian ironi yang dialaminya selama berkerja di kediaman H.Syarif Hidayat ( Bupati Muratara).

"Kami orang berempat bekerja sudah empat tahun lebih  bekerja  dengan pak syarif hidayat,kami bekerja ada sebagai tukang kebun dan ada juga sebagai tukang masak dirumah kediaman Syarif Hidayat. 

"Selama kami berkerja selama Empat tahun lebih kami berkerja tidak ada masalah apapun, atau penjelasan dari pihak Syarif apa salah kami"Tutur AH.

Sekian lama bekerja, pada tahun 2019 kami diberentikan dengan sepihak dengan cara yang kurang baik melalui orang lain bukan yang bersangkutan langsung. 

"Pada saat kami sibuk berkerja kami berempat di panggil oleh ajudan Syarif bernama  Supawi yang katanya pesan Pak Syarif kami berempat diberentikan"

"Dengan rasa sedih awak menitik air mata kemana lagi kami harus mencari perkerjaan pada hal usia kami sudah tua.Saya juga mendapat musibah waktu berkerja di rumah kediaman Pak Syarif sampai mata saya cacat sebelah."Ceritanya dengan sedih

Saat media ini menyakan apakah wak menerima Pesagon atau,ucapan terima kasih ?
"Jauh panggang dari api untuk mendapat Pesangon atau tambahan gaji,sedangkan gaji kami berempat selama dua bulanpun tak dibayar,dengan Kisaran Rp.24 juta ( itu gaji kami berempat selama 2 Bulan)"Tuturnya kembali

"Apo harapan Wak terhadap gaji 2 (Bulan) tidak di bayar, dan apa pernah pihak bupati Syarif menghubungi Wak atau Wak menghubunginya"?

Dengan senyum Wak AH menjawab jujur kami sangat kecewa ,tapi tidak  gunanya jugo kami orang kecil hanya pasrah dan yakin Allah SWT maha mengetahui. 

Saat menghubungi Supawi Ajudan Syarif melalui Ponsel untuk meminta konfimasi tidak mendapat respon apa-apa no tidak aktif.

Penulis : AJR
RedaksiTN