Otonomi

FSPPB Melaksanakan Seminar Nasional

Redaksi TN | Kamis, 12 April 2018 - 13:15:36 WIB | dibaca: 65 pembaca

TopikNews (PEKANBARU) - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) melaksanakan seminar nasional dengan mengangkat tema " Blok Rokan sebagai bagian strategis untuk kedaulatan energi Migas" Rabu (11/04/2018) di hotel pangeran jalan Sudirman kota pekanbaru.

Seminar Nasional dihadiri oleh pengamat migas Marwan Batubara, Presiden KSPMI Faisai Yusra, Kepala Dinas ESDM Riau, Pertamina, OKP, LSM, BEM UR, tokoh masyarakat dan sebagainya.

Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Noviandri pada acara seminar nasional mengatakan, Dalam seminar ini FSPPB mencoba mengedukasi semua pihak bagaimana pentingnya menjaga ketahanan energi kedepan

Lanjut Noviandri, dengan kondisi ketahanan energi Indonesia yang rawan ini maka sudah saatnya blok-blok pengelolaan yang selama ini dikuasai asing dan memasuki terminasi harus diambil alih dan diserahkan kepada Pertamina selaku BUMN.  

"Terhadap blok terminasi yang sudah selesai seperti Blok Mahakam, kedepan Blok Rokan agar diambil alih pengelolaannya oleh Pertamina guna meningkatkan ketahanan energi Indonesia  " 

Dikatakannya hal ini juga diperkuat oleh Permen no 5 tahun 2015 dimana isinya harus dikelola oleh perusahaan nasional yaitu Pertamina. 

"Karena manfaatnya akan lebih besar apabila sumberdaya alam migas ini dikelola oleh anak bangsa".

Untuk itu sambung nya, FSPPB akan terus mendorong membangun kesepahaman dan komitmen bagaiman blok yang akan terminasi bisa dialihkan pengelolaannya kepada BUMN. Seperti yang sudah dilakukan sebelum-sebelumnya terhadap Blom Mahakam dan sebagainya. 

Sebab menurut dia ini bukan semata keinginan Pertamina, akan tetapi semua elemen serta pihak, pemerintah daerah, legislatif, tokoh dan sebagainya. 

"Ini memang pertama dilaksanakan, dan akan terus begulir, harus dimulai dan dicetuskan di Riau karena Blok Rokan dua lapangannya ada di sini, jadi semua kita harus perjuangkan ini sampai ke Jakarta," tegasnya. 

Terkait SDM ia yakin tidak ada yang perlu diragukan Pertamina dan bangsa ini punya kemampuan, Ia bahkan optimis mampu  meraih ini, karena sudah dibuktikan dengan  yang punya resiko tinggi saja seperti Blok Mahakam Pertamina mampu menjalankan, apalagi ini Blok Rokan justru tidak sebesar resiko Mahakam. 

"Ini Blok Rokan adalah blok yang matang, " tegasnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies ( IRESS) Marwan Batubara menyatakan seminar yang memberikan pemahaman tentang ketahanan energi nasional seperti ini harus sering dilakukan agar memberikan kesadaran dan pemahaman kepada semua pihak betapa pentingnya kedaulatan energi. 

Karena itu Indonesia harus punya BUMN yang berdaulat, agar jangan mahasiswa salah mendemo tidak mengorbankan BUMN jika ada kebijakan pemerintah yang salah.

Kita juga perlu membesarkan BUMN karena kalau mereka besar maka ketahanan energi semakin kuat terhadap semua akses. 

"Makanya tidak ada alasan Blok Rokan diperpanjang, diambil alih saja oleh Pemerintah soalnya kita sudah punya kemampuan terbukti Blok Mahakam," tambahnya. 

Lagi pula imbuhnya kalau asing dapat untung pasti dibawa pulang ke negaranya, kalau BUMN masuk ke pendapatan negara, pajak serta deviden juga diterima masyarakat, tutup Marwan. [TN/aL]

RedaksiTN