Peristiwa

Gudang Perabot di Pekanbaru Terbakar, 20 Unit Mobil Damkar Dikerahkan

Redaksi TN | Sabtu, 28 April 2018 - 22:02:16 WIB | dibaca: 61 pembaca

TopikNews (PEKANBARU) - Gudang perabot yang terletak di Jalan Handayani, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, dilalap si jago merah, Sabtu (28/4) sekitar pukul 17.30 WIB.

Meski sudah diterjunkan sekitar 20 unit mobil pemadam kebakaran, namun hingga kini api tak kunjung dipadamkan. Sejauh ini, belum diketahui jumlah kerugian maupun adanya korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Menurut informasi dari pihak kepolisian, kejadian berawal saat salah seorang pekerja bernama Toni, 48, melihat adanya asap yang mengepul dari salah satu ruangan dalam gudang tersebut.

Ia pun langsung memeriksa keadaan. Saat dilihat, ternyata api sudah melahap kasur, spring bed dan beberapa perabotan yang terbuat dari kayu.

Atas hal tersebut, Toni menghubungi manager gudang perabot Joni Putra, 51. Mendengar informasi dari karyawannya, Joni langsung menuju ke lokasi untuk melihat.

Setiba di lokasi, Joni melihat api sudah membakar isi gudang perabot milik Ade Rahmad Mulyono, 38, warga Jalan Alamanda, Kecamatan Marpoyan Damai.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut pun langsung berusaha untuk menolong barang perabot di dalam gudang tersebut.

Terkait hal tersebut Kapolsek Bukitraya, Kompol Pribadi melalui Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya Pekanbaru, Iptu Ej Manullang, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya masih berada di lokasi guna pemadaman.

"Selanjutnya pihak pekerja gudang perabot langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Bukit Raya. Untuk barang yang terbakar belum diketahui. Bahkan kerugian belum bisa ditaksir," ucapnya.

Atas peristiwa ini, arus lalu lintas di Jalan Handayani-Jalan Soekarno Hatta, dipadati warga dan pengendara yang penasaran ingin menyaksikan proses pemadaman berlangsung.

"Anggota masih di lokasi. Sementara kebakaran diduga karena korsleting (arus pendek)," katanya. Sampai saat berita ini ditayangkan api masih terus melahap gudang perabot. [TN/aL]

RedaksiTN