Otonomi

H. Suyatno AMp Aktivitas Dan Sholat Di Rumah Ibadah Ikuti Aturan Protokol Kesehatan

Redaksi TN | Minggu, 31 Mei 2020 - 20:36:24 WIB | dibaca: 228 pembaca

ROKAN HILIR – Pemerintah kabupaten Rokan Hilir ( Rohil ) melaksanakan rapat persiapan menghadapi tatanan kehidupan baru ( new normal life ) untuk melaksanakan aktifitas disaat pandemi corona virus disease 2019 ( Covid 19 ). 

Hal ini dilakukan karena hingga saat ini di Rokan Hilir ( Rohil ) merupakan zona hijau yang nihil kasus positif corona. Sehingga ditengah pandemi Covid-19 yang belum ada vaksin dan belum diketahui sampai kapan masa berakhirnya maka Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil ) memikirkan apa langkah-langkah yang akan diambil dalam masa pandemi covid 19 ini. Namun ekonomi dan aktifitas masyarakat tetap berjalan.

“Tentunya melaksanakan aktivitas sesuai dengan protokol kesehatan,” 

Sebut Bupati Rokan Hilir (Rohil) H.Suyatno ketika ditemui jurnalis  di gedung pertemuan serbaguna Misran Rais Jalan Utama Bagansiapiapi, Minggu (31/05/2020).

Ikut hadir dalam rapat persiapan tatanan kehidupan baru tersebut Ketua DPRD Rohil Maston, Dandim 0321/Rohil Letkol arh Agung Rachman Wahyudi,SIP,MIPol, Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SIK,MSi, Kajari Rohil Gaos Wicaksono,SH.MH, Kakan Kemenag Rohil H.Sakolan Sag, Wakil Bupati Rohil Drs H. Jamliluddin, Plt Sekdakab Rohil HM Job Kurniawan,SAP, pimpinan tinggi pratama dilingkungan Pemkab Rohil, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, para pengusaha, ketua DMI Rohil Wazirwan Yunus,S.Sos dan pengurus Masjid dan Musholla kecamatan Bangko.

Dikatakan orang nomor satu di Rokan Hilir ( Rohil ) H. Suyatno AMp lagi dalam menghadapi tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19 ini bagi masyarakat menjalankan ibadah di bolehkan namun harus memperhatikan dengan menjalankan sesuai protokol kesehatan.

“Untuk umat Islam, rumah ibadah masjid dan Musholla kita bolehkan kembali. Para jemaah dan masyarakat melaksanakan sholat dengan mengacu kepada protokol kesehatan yakni menggunakan masker, sebelum masuk rumah ibadah mencuci tangan, jaga jarak, tidak bersalaman dalam arti tidak menyentuh dan membawa sajadah dari rumah. Sebelumnya rumah ibadah itu harus disemprot disinfektan dan tidak menggunakan karpet,”ujarnya.

Dikatakannya, hal ini merupakan kelonggaran Pemerintah yang di berikan kepada daerah Rohil karena masih zona hijau dengan nihil kasus positif corona.

“Patroli yang biasanya sampai jam 21.00 WIB maka dalam meningkatkan ekonomi masyarakat patroli dilakukan hingga jam 22.00 wib dengan syarat membatasi pembeli yang biasanya 20 meja di batasi 10 meja. Kafe juga begitu jangan terdengar suara musik. Kursi dan meja juga dikurangi, termasuk orang berjualan bakso. Patroli tetap dilakukan hingga akhir bulan Juni 2020,” jelasnya. 

Ditambahkannya, Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil ) bakal ditunjuk sebagai pilot projek tatanan kehidupan baru (New Normal life). Maka diperlukan kesadaran masyarakat dalam menjalankan kehidupan dan aktifitas sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kerjasama semua elemen baik pemerintah, gugus tugas, petugas kesehatan TNI Polri dan masyarakat sangat penting. Begitu juga kesadaran masyarakat dalam melakukan aktifitas keluar rumah harus menggunakan masker. Ini sangat penting sekali. Kebersihan lingkungan dan diri juga sangat penting. Biasakan tidak menyentuh orang lain. Jika melakukan bersalaman dengan cara jarak jauh saja. Ini harus dijadikan kebiasaan-kebiasaan kita. Memang untuk mendisiplinkan masyarakat itu sangat berat namun kita akan berupaya untuk memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat. Karena sampai hari ini tidak ada jaminan kapan berakhirnya Covid 19 ini,” ujarnya lagi. 

Oleh sebab itu, kata ia, masyarakat harus menjaga aturan aturan yang telah di buat pemerintah untuk dilaksanakan dan diikuti pada kehidupan sehari-hari.

Orang nomor satu di Rohil ini menegaskan, aktifitas warga selama ini dengan selalu menggunakan masker dan cuci tangan harus di tingkatkan lagi. Daerah Kabupaten Rokan Hilir yang akan ditunjuk gubri sebagai  pilot projek new normal life (percontohan tatanan kehidupan baru) maka warga masyarakat diharapkan membiasakan diri dengan tatanan kehidupan baru.

“Dengan mendisiplinkan diri dalam kehidupan sehari hari, termasuk para ibu-ibu ke pasar dan penjual di pasar harus membiasakan diri menggunakan masker. Isya Allah di Rohil Covid-19 ini tidak ada lagi. Kita bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada TNI Polri, kejaksaan, Forkopimda, petugas kesehatan dan masyarakat yang saling bahu membahu dalam penanganan covid-19 ini,”ucapnya.

Kata Ia, dengan hasil kondisi Rohil saat ini diharapkan jangan hanya menerima begitu saja. Namun harus  meningkatkan lagi disiplin menjalankan aturan sesuai protokol kesehatan.

Tentang keberadaan posko covid 19 sebagai cek poin kesehatan tetap berlanjut sebagai langkah antisipasi warga dari daerah lain khususnya zona merah yang datang ke wilayah Rohil.

“Untuk menuju new normal life dimana Rohil sebagai pilot projek, maka keberadaan posko covid 19 tetap berjalan seperti biasa. Karena dengan kondisi kita saat ini kita harus senantiasa selalu waspada,” pungkasnya.

Penulis : ZUR
Redaksi : Topiknews.