Otonomi

H-1 Lebaran, Stasiun Gambir Perbanyak Kereta Tambahan Lagi

Redaksi TN | Kamis, 14 Juni 2018 - 11:02:15 WIB | dibaca: 52 pembaca

TopikNews (JAKARTA) - Stasiun Gambirmempertebal kapasitas angkut bagi pemudik dengan menyediakan lagi kereta tambahan. Satu kereta memperkuat 13 kereta tambahan yang sebelumnya sudah dioperasikan untuk mudik lebaran tahun ini.

Dengan demikian, kini ada 14 kereta api tambahan lebaran yang berangkat dari Stasiun Gambir. Bila dijumlahkan dengan kereta reguler, total 46 kereta dimanfaatkan untuk mengangkut pemudik.

"KA reguler berjumlah 32, KA tambahan 14, total KA Stasiun Gambir berjumlah 46," berdasarkan rilis yang didapat dari data Stasiun Gambir angkutan lebaran 2018, Kamis (14/6/2018).

Keterangan yang sama juga memaparkan data arus pemudik yang berangkat dari Stasiun Gambir. Volume penumpang pagi ini telah mencapai 20,351 orang.

Mereka terdiri dari 13.819 penumpang kereta api reguler, 6.208 penumpang dari kereta api tambahan lebaran dan 324 penumpang priority class.

Dibandingkan dengan data Stasiun Gambirkemarin pagi, Rabu (13 Juni 2018), terdapat peningkatan 537 penumpang kereta api pada pagi hari ini. Rinciannya, 13.609 penumpang kereta api reguler, 5.963 penumpang kereta api tambahan lebaran, dan 242 penumpang kereta api priority class.

Tak Ada Puncak Arus Mudik

Sebelumnya, Kepala Stasiun Besar Gambir, Rizki Afrida mangatakan, tidak akan ada puncak arus mudik di Stasiun Gambir pada tahun ini. Menurut Rizki, ini terjadi lantaran tiap harinya jumlah pemudik stabil di kisaran 20.000 penumpang.

"Jadi nggak ada yang puncak, nggak ada H minus berapa (puncaknya). Jumlah penumpangnya ya kalau kemarin itu 20.200, sekarang 20.100, jadi paling beda-beda tipis, paling beda 20, 50 (penumpang), jadi kalau yang bilang puncak, namanya puncak (arus mudik) nggak ada," ungkap Rizki, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (11/6/2018).

Namun menurut Rizki, terdapat penambahan loket di Stasiun Gambir pada masa mudik lebaran dibanding hari biasanya. Banyaknya jumlah penumpang, menjadi salah satu alasan penambahan loket di sana.

"Kita di hari biasa itu kita 2 sampe 3 (loket), sekarang ini kita kadang 4 kadang 5, kita lihat penumpangnya dan lokasinya," ucapnya. [TN/aL]

RedaksiTN