Ekbis

Indonesia Bakal Atur Penggunaan Bitcoin

Redaksi TN | Sabtu, 25 November 2017 - 11:30:49 WIB | dibaca: 277 pembaca

TopikNews (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum secara tegas menyatakan menolak penggunaan mata uang virtual bitcoin. Namun, OJK juga belum memberikan sinyal memperbolehkan penggunakan bitcoin untuk transaksi. Sampai saat ini, otoritas keuangan tersebut masih mendalami dampak positif dan negatif bitcoin.

Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Terintegrasi OJK, Irmansyah, mengatakan munculnya bitcoin merupakan fenomena perkembangan teknologi saat ini.

"Isunya itu apakah kita diam saja tidak teratur atau kita atur dan kita tahu mengaturnya. Kalau kita atur, itu berarti kita ingin tahu ini barang apa," kata Irmansyah di gedung OJK, Jumat (24/11/2017).

Irmansyah mencontohkan, ada beberapa negara yang justru menyatakan akan mengatur penggunaan bitcoin dalam sebuah transaksi. Salah satunya Singapura. Pengaturan tersebut, menurut dia, adalah salah satu langkah untuk mencegah pengaruh negatif dari munculnya bitcoin tersebut.

"Kita belum firm ya, yang jelas kita lihat kembali kalau memang ada dampak positifnya kita akan lihat aturannya bagaimana. Namanya teknologi itu pasti terus berkembang," tuturnya.

Sebelumnya, Managing Director Badan Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengatakan, kini sudah saatnya para pelaku pasar berhati-hati dengan bitcoin.

Alasannya, nilai dari uang digital ini terus melonjak dari waktu ke waktu. Pada Oktober lalu, nilai bitcoin meningkat ke angka US$ 5.700 atau sekitar Rp 77 juta. Ini merupakan rekor tertinggi yang pernah ditorehkan oleh bitcoin sepanjang sejarah.

Meski demikian, Lagarde juga mengingatkan bahwa pemakaian mata uang digital ini tidak selamanya buruk. Untuk itulah, para pelaku pasar harus benar-benar cermat dalam melihat perubahan ini. Ada implikasi yang lebih luas dalam dunia teknologi.

"Saya pikir seharusnya kita tidak mengategorikan apa pun yang berhubungan dengan mata uang digital dalam spekulasi negatif, seperti skema ponzi. Ini jauh lebih dari itu juga," jelasnya.

"Yang kami lihat, mata uang ini bisa membuat kita menggunakan teknologi yang lebih efisien dan murah," ia melanjutkan.

RedaksiTN