Olahraga

Indonesia Terancam Kehilangan Peluang Emas Asian Games 2018

Redaksi TN | Kamis, 22 Februari 2018 - 22:19:54 WIB | dibaca: 108 pembaca

Eko Yuli Irawan menorehkan prestasi di cabang angkat besi kelas 62 kilogram hingga level olimpiade

TopikNews (JAKARTA) - Kontingen Indonesia terancam tidak dapat meraih emas dari cabang olahraga angkat besi kelas 62 kilogram di Asian Games 2018 lantaran Federasi Angkat Besi Asia (AWF) mencoret kelas tersebut.

AWF mencoret kelas andalan Eko Yuli Irawan melalui surat edaran yang dikeluarkan pada 11 Februari 2018.

"Kami ingin menyampaikan berdasarkan komite teknik AWF, seluruh anggota sepakat mencoret kelas 62 kilogram dari Asian Games 2018," demikian isi surat yang ditandatangani presiden AWF, Mohamed Yousef Almana.

Menanggapi surat dari AWF, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto telah berkoordinasi dengan Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI).

"Kami sudah langsung konfirmasi ke Pak Joko Pramono [Wakil Ketua Umum PB PABBSI]. Ini prinsip, Kemenpora tetap mendukung PABBSI untuk tetap memperjuangkan nomor kelas tersebut," tulis Gatot dalam pesan singkat yang diterima awak media.

  

"Selain karena sebagai salah satu andalan Indonesia, juga karena saat CorCom [Rapat Koordinasi] terakhir tidak lagi diperdebatkan oleh OCA [Olympic Council Asia]. Kami sedang minta bantuan NOC [National Olympic Comittee] Indonesia untuk memperjuangkannya," lanjut Gatot.

Sementara pengurus PABBSI akan mengirim surat ke Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir yang juga menjabat sebagai Ketua Olimpiade Indonesia (KOI), untuk membatalkan pencoretan kelas 62 kilogram.

"Kami minta INASGOC untuk melakukan pendekatan kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA) agar kelas 62 kilogram tetap dapat diperlombakan dalam Asian Games 2018," ujar Joko dikutip dari Antara.

Joko menjelaskan pencoretan kelas 62 kilogram merupakan buntut kasus doping pada Olimpiade 2016.

"Pengurangan nomor kelas perlombaan memang ada pada Olimpiade Tokyo 2020 mendatang dengan total kelas perlombaan sebanyak tujuh. Tapi dalam Olimpiade Rio 2016, kelas perlombaan sebanyak delapan kelas," kata Joko.

"Kalau ada pengurangan kelas perlombaan, semestinya pada kelas berat karena skandal doping itu ada pada kelas berat dan tidak ada pada kelas 62 kilogram," tukasnya. [TN**]

RedaksiTN