Hukrim

Inilah Sosok Dibalik Penangkapan Oknum Brimob Bandar Besar Narkoba

Redaksi TN | Kamis, 12 Juli 2018 - 09:28:51 WIB | dibaca: 863 pembaca

TopikNews (BATUSANGKAR)- Seperti yang ramai diberitakan media lokal, jajaran Polres Padang Panjang yang dipimpin langsung Kapolres AKBP. Cepi Noval, SIK dan di dampingi Komandan Detasemen Brimob Kompol Subagyo menggrebek kediaman Bripka KM di asrama Brimob Silaing Atas, Padang Panjang atas dugaan keterlibatan jaringan pengedar sabu Selasa (10/7).

Penggerebekan itu selain menangkap Bripka KM turut diamankan juga seorang oknum Polisi Militer (PM) berinisial DM dan 2 orang masyarakat sipil serta beberapa barang bukti sabu.

Keberhasilan jajaran Polres Padang Panjang menangkap Bripka KM tak lepas dari peran Joni Hermanto seorang aktivis jurnalis asal kota Batusangkar, Kab. Tanah Datar Sumbar yang sudah berkontribusi penuh memberi informasi terkait jaringan narkoba Bripka KM.

Ditemui di kawasan Istana Pagaruyung Batusangkar, pria 32 tahun mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Ekasakti Padang ini menceritakan, awalnya ia mengetahui sepak terjang Bripka KM sebagai bandar besar sabu di kota Padang Panjang dari salah seorang narasumber.

Namun tak sedikit yang mengingatkan bahkan menentang Joni untuk tidak mengungkapnya kasus ini, tapi semangatnya untuk memerangi narkoba mengalahkan kekwatiran akan potensi bahaya yang bisa saja mengancam jiwanya, mengingat kaki tangan Bripka KM bisa saja berbuat apa saja terhadap dirinya.

“Mengingat narkoba merupakan extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) jadi tidak hanya aparat hukum, peran serta masyarakat penting dan diharapkan mampu mendukung kinerja aparat,” imbuh Joni kepada TopNews.com

Berbekal informasi narasumber itu, Joni lalu melakukan investigasi dan koordinasi dengan jajaran narkoba Polres Padang Panjang, namun setelah satu bulan berlalu polisi tidak kunjung bergerak menangkap Bripka KM.

“Saya sudah berikan informasi dan petunjuk sekecil apapun kepada polisi, namun mereka tak kunjung juga bergerak,” kata jurnalis yang sudah diakui kompetensinya sebagai Wartawan Madya oleh Dewan Pers Pusat ini.

Namun Joni tidak patah arang, setiap hari ia selalu berkomunikasi dengan Kasat Narkoba Polres Padang Panjang AKP. Hidup Mulia bahkan dengan Kapolres Padang Panjang AKBP. Cepi Noval, SIK guna mendesak polisi untuk menangkap Bripka KM.

Setelah satu bulan berlalu, Joni melihat tidak ada tanda-tanda polisi akan memindaklanjuti informasinya, ia lalu berinisiatif memancing polisi untuk bergerak dengan publikasi. “Karena mereka tidak kunjung juga bergerak, sementara bukti dan informasi sudah banyak saya berikan, jadi terpaksa saya publikasikan dengan pemberitaan dengan sedikit memojokan mereka (polisi) agar mereka berbuat,” tambahnya.

Uapaya sang whistleblower ini menggerakan polisi untuk mengungkap jaringan pengedar barang haram itu dengan trik publikasi membuahkan hasil. Terbukti, pasca terbitnya berita di portal berita online sumbarexpress.com yang ia beri judul “Narkoba Merajalela, Polisi Tutup Mata” selasa (10/7) pagi, ia langsung membagikan berita itu ke peringgi-petinggi Polri di jajaran Polda Sumbar sehingga membuat Kapolres AKBP. Cepi Noval kebakaran jenggot dan saat itu juga langsung mengerahkan seluruh anggota bersama dirinya menggerebek kediaman Bripka KM.

“Alhamdulillah, walaupun berita saya itu awalnya memojokan polisi, tapi kini justru menjadi prestasi Kapolres dan jajarannya atas keberhasilan mereka meringkus bandar besar narkoba,” tutupnya. [TN/aL]

RedaksiTN