Politik

Jangankan Masyarakat, Jurnalis Pun Mendukung TSO-Zarnawi nomor 2

Redaksi TN | Minggu, 18 Maret 2018 - 16:25:15 WIB | dibaca: 147 pembaca

TopikNews (PADANG LAWAS) - Jangankan masyarakat yang mendukung Calon Bupati Padang Lawas H Ali Sutan Harahap dan drg H Ahmad Zarnawi Pasaribu C. Ht. MM. M. Si (TSO-Zarnawi nomor 2).Kenapa Jurnalis harus mendukung salah satu kandidat nomor 2,ataukah para Jurnalis tidak boleh dukung mendukung dalam hal Kandidat Kontetasi Pesta Demokrasi. Memang bahasa ini menjadi Polemik saat hajat besar dan momen besar yang sering didengungkan saat Pesta Demokrasi itu dilaksanakan. Memang benar bahwa Media Massa harus netral dalam hal tulisan pemberitaan, seorang Jurnalis dalam hal tulisan harus "Netral" dan tidak boleh mendukung salah satu kandidat, tapi dalam hati manusia siapa yang tahu kita mau kemana arah haluan pilihannya.Karena hati itu jangan bohong dan hati itu tidak boleh bohong. Tapi harus kita ketahui bahwa Negara Indonesia berhaluan Demokrasi yang berazaskan Pancasila. Jadi setiap Warga Negara bebas untuk memilih siapa yang ada di dalam hatinya. Hal tersebut diungkapkan Kabiro Media On Line Harian central M. Tengku Fahrizal yang sering di Rizal di kantornya. 
  
Lanjut Rizal, kenapa hati saya mendukung kepada salah satu kandidat di Kabupaten Palas, karena salah satu kandidat itu (TSO-Zarnawi), karena untuk calon nomor 2 (TSO-Zarnawi)   merupakan salah satu Calon Pemimpin yang dekat dengan Para Jurnalis yang ada di Kabupaten Padang Lawas. Karena Figur Calon Bupati nomor 2 yaitu TSO-Zarnawi sangatlah senang dan selalu "Well Come" jika berhadapan dengan para Jurnalis dalam hal memberikan Statmen tentang keberhasilan Kabupaten Padang Lawas, dan Pemimpin H Ali Sutan Harahap tidak pernah tersinggung,ketika dirinya di kritisi oleh para Jurnalis,jika pekerjaannya di luar ekspetasi masyarakat Padang Lawas. 

Lanjut Rizal bahwa Pemimpin seperti inilah yang di sukai para Jurnalis di Kabupaten Padang Lawas,termasuk saya ( Rizal). Tidak semua Pemimpin (TSO-Zarnawi) jika di kritisi secara Objektif oleh para Jurnalis bisa menerima dengan cara Objektif, apalagi bisa menerima dengan cara senyum.Tapi,sekali lagi saya (Rizal) katakan bahwa saya melakukan dukung mendukung bukan dari Tulisan saya sebagai seorang Jurnalis, tapi ini menyangkut "Hati" manusia yang tidak bisa dibohongi. Tapi kita sebagai seorang Jurnalis tetap Objektif dalam hal penulisan ke Media, karena Media itu merupakan perpanjang lidah masyarakat. Ketika masyarakat memberikan Aspirasi kepada para Jurnalis, maka para Jurnalis harus siap menyahutinya melalui Media.Kita sebagai seorang Jurnalis jangan pernah kita menyakiti Rakyat untuk kepentingan pribadi, artinya seorang Jurnalis jangan pernah Memikirkan Perutnya sendiri tanpa memikirkan perut Rakyat.

Lanjut Rizal kalau seorang Jurnalis harus bisa memberikan yang terbaik untuk Rakyatnya, bujan untuk kepentingan Penguasa, jangan kita ambil keuntungan apalagi "Kekayaan" dari Profesi kita sebagai seirang Jurnalis, tapi kita harus menunjukkan hasil "Kekaryaan" dalam penulisan demi Pembangunan tempat kita menjalani Hidup Dan Kehidupan yaitu Kabupaten Padang lawas. Tunjukkan Kreatifitas kita untuk mengolah "Kekaryaan" Pemberitaan itu dengan baik untuk Pembangunan Bangsa dan Negara khususnya Kabupaten Padang Lawas, janganlah kita pernah mengolah "Kekayaan" hasil bumi Negara Indonesia khususnya Kabupaten Padang Lawas untuk kepentingan perut sendri. 

Lanjut Rizal, Jadi, saya (Rizal) mendukung salah satu Kandidat dengan nomor 2 (TSO-Zarnawi) bukan untuk kepentingan perut sendiri, melainkan untuk seluruh Kepentingan para Jurnalis di Kabupaten Padang Lawas, semoga dengan saya memberikan statmen ini di media Topic News com, maka Kandidat nomor 2 (TSO-Zarnawi) bisa lebih erat dan manis hubungan Pemerintah maupun dengan para Jurnalis di Kabupaten Padamg Lawas.Dan dari tulisan inilah bisa Kandidat Calon Bupati Padang Lawas menyatukan hubungan para Media Massa dengan Pemerintah, yang selama ini tersumbat saluran komunikasi, sehingga posisi kami mayoritas para Jurnalis handal dan Profesional tidak lagi di Persimpangan. Karena para Jurnalis mempunyai keberadaannya di Persimpangan, maka Pembangunan pun mempunyai berada di Persimpangan, artinya keberadaan Pembangunan tersebut tidak tahu kemana arah "Kiblatnya".Jadi, sekali lagi saya katakan kalau dukung-mendukung ini hanya dari "Hati",walaupun saya mempunyai Profesi sebagai seorang Jurnalis, tapi bukan murni atas dari Tulisan Jurnalis. [TN/DewaJarlub S.Sos]

RedaksiTN