Advertorial

Kadis PUPR Dampingi Wali Kota Saat Pertemuan dengan Dirjen Cipta Karya

Redaksi TN | Senin, 04 Oktober 2021 - 18:38:26 WIB | dibaca: 62 pembaca

PEKANBARU - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution mendampingi Walikota Pekanbaru Firdaus dalam kegiatan pertemuan dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Diana Kusumastuti di Balai Pauh Janggi,  Gedung Daerah Riau, Kamis (30/9/2021).

Pertemuan ini terkait pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dumai-Rohil-Bengkalos (Durolis) dan SPAM Regional Pekanbaru-Kampar.

"Arahan prioritas Kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya adalah agar dapat memanfaatkan investasi nasional dengan cepat dan baik," kata Kepala Dinas PUPR Indra Pomi.

Sebagaimana diketahui, SPAM merupakan salah satu pemanfaatan sumber daya air dan pengelolaan sanitasi. Hal ini sebagai salah satu bentuk perlindungan dan pelestarian terhadap sumber daya air.

SPAM dapat mengurangi ketergantungan air tanah dan mencegah juga terjadi penurunan permukaan tanah. Selain itu, SPAM juga bermanfaat juga bagi kesehatan. Dengan SPAM, penyakit yang disebabkan buruknya kualitas air akibat dari limbah limbah di dalam tanah bisa dihindari.

"Untuk itu, mari kita sukseskan proyek SPAM ini agar bisa terselenggara dengan baik. Sehingga, masyarakat dapat memperoleh manfaat air bersih," ujar Indra Pomi.

Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Firdaus, pejabat Pemprov Riau, Pemkab Kampar, dan Pemkab Rokan Hilir, Pemkab Bengkalis, Pemko Dumai, dan Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Diana Kusumastuti membahas optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Agar, investasi yang telah ditanamkan bisa dimaksimalkan dengan baik.


 
"Kami membahas optimalisasi SPAM Regional Pekanbaru-Kampar dan SPAM Dumai-Rohil-Bengkalis (Durolis). Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR menekankan agar investasi yang sudah begitu besar mesti dimanfaatkan secara baik," kata Wali Kota Firdaus usai rapat di Gedung Daerah, Kamis (30/9/2021).

Di SPAM Regional Pekanbaru-Kampar, kapasitas yang harus dibangun 40 liter per detik. Untuk diketahui, SPAM Regional ini sudah dimulai pada 2008.

"Untuk instalasi pengambilan air dari Sungai Kampar sudah dengan kapasitas 2.000 liter per detik," ungkap Firdaus.

Ketika masih menjabat kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Firdaus mengajukan Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR agar dibangun SPAM dengan kapasitas 40 liter per detik. SPAM ini disalurkan untuk kegiatan PON Riau pada 2012.

"Awalnya, SPAM itu untuk venue dan asrama atlet. Yang menjadi persoalan, SPAM ini dikelola UPTD Dinas PUPR," sebut Firdaus.

Ternyata, SPAM itu tak berfungsi dengan baik. Dari 200 sambungan rumah (SR), hanya ditemukan 4 rumah yang bisa dialirkan air.

"Itu mubazir. Saran saya, Dirjen Cipta Karya, dan Sekdaprov, dan Sekda Kampa, pemanfaatannya bagaimana maksimal. Saran saya, pengelolaannya lebih baik diserahkan ke PT Sarana Pembangunan Riau (SPR). Jangan lagi dikelola oleh birokrat," ucap Firdaus.