Politik

Kandidat Nomor 1 H Tondi Roni Tua S. Sos Melakukan Panen Raya Padi Di Desa Hasatan Julu

Redaksi TN | Senin, 09 April 2018 - 08:43:15 WIB | dibaca: 105 pembaca

Kandidat Nomor 1 H Tondi Roni Tua bersama Cawabup H Syarifuddin Hasibuan sedang melakukan Panen Raya Padi Bersama Masyarakat dan Para Petani di Desa Hasatan Julu.

TopikNews (PADANG LAWAS) - Hanya Pemimpin Pro Rakyat Yang Bisa Menjadikan Palas "Swasembada Beras dan Swasembada Pangan".Bahasa seperti ini yang membuat merinding dibaca oleh seluruh rakyat Padang Lawas. Karena selama ini para Petani di Padang Lawas belum banyak di perhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Padang Lawas. Makanya kami sebagai Komunitas Petani di Hasatan Julu untuk mengundang Calon Kandidat Bupati yaitu Nomor 1 H Tondi Roni Tua dan Calon Wakil Bupati Padang Lawas ke tempat Hasatan Julu yang sedang melaksanakan Panen Raya Padi.Tapi Alhamdulillah Calon Bupati dari Nomor 1 H Tondi Roni Tua dan Calon Wakil Bupati ringan langkahnya untuk datang dan berjumpa dengan kami masyarakat dan Para Petani.Dan kami pun semua masyarakat dan Kelompok Tani Saroha juga ringan langkah datang untuk bisa tanya jawab dengan Calon Pemimpin yang mengusung dan membawa satu "Perubahan",sebanyak 500 orang untuk hadir Panen Raya Padi. Hal tersebut di unkapkan salah satu petani bermarga Hasibuan saat acara Panen Raya Padi. 

Kami pun dari masyarakat dan seluruh Kelompok Tani di Hasatan Julu untuk bisa memperhatikan para Petani di Kabupaten Padang Lawas khususnya Kelompok Tani di Hasatan Julu. Sebenarnya kami sangat susah mendapat perhatian dari Pemerintah,karena Pemerintah sangat tidak peduli dengan kami para Petani dan Kelompok Tani khususnya Kelompok Tani Saroha. Bagaimana di Kabupaten Padang Lawas bisa menjadi Kabupaten yang dulunya dikenal Swasembada Pangan,karena kita tahu bahwa tahun 1980 Daerah Kabupaten Padang Lawas yang dulunya Barumun merupakan Swasembada Pangan terbesar,termasuk di Desa Hasatan Julu dan salah satu Desa di Kecamatan Aek Nabara Barumun, banyak Padi yang di produksi di Kabupaten, bahkan sekali panen bisa mencapai 300-400 kalen satu bumbun, paling sedikit 150 kaleng per bumbun, sekarang sekali panen hanya paling maksimal 70 Kaleng per bumbun, bahkan hanya 30 kaleng per bumbun.Sehingga Kabupaten Padang Lawas yang dulunya Kecamatan Barumun bisa di Eksport beras ke luar daerah Padang Lawas, termasuk di Eksport ke Rantau Prapat. Sekarang Kabupaten semakin sulit beras, karena sudah ada Alih Fungsi Perkebunan, bahkan kami di Pertanian sulit mendapat air supaya banyak dan bagus padinya. 

Hal senada diungkapkan Calon Kandidat nomor 1 Tondi Roni Tua bahwa sangat senang berjumpa langsung dengan masyarakat dan para Kelompok Tani di Desa Hasatan Julu. Terus terang kehadiran kami sebagai Kqndidat Calon nomor 1 bukan hanya sekedar jumpa dan berfoto ria dan bergaya-gaya di depan para Insan Pers, tapi kehadiran kami di Hasatan Julu untuk memberikan semangat kepada para Petani untuk semangat bersawah, janganlah pernah di alih fungsikan Persawahan menjadi Perkebunan Sawit. Karena bisa makin miskin masyarakat di Padang Lawas khususnya di Hasatan Julu. Karena kalau semua seluruh Padang Lawas sudah di Alih Fungsi menjadi Perkebunan Sawit,maka masyarakat akan bisa jadi "Kelaparan".Saya teringat kata-kata mantan Gubernur Sumatera Utara Alm Raja Inal Siregar bahwa Kabupaten Padang Lawas tahun 1970-1990 (Kecamatan Barumun) merupakan lumbung padi dan lumbung beras untuk Daerah Sumatera Utara. Bahkan karena banyaknya Padi atau beras di Kabupaten Padang Lawas,sering di jual ke luar daerah Kabupaten Padang Lawas yaitu daerah Tebing Tinggi, Rantau Perapat dan daerah Labuhan keseluruhannya. Sekarang malah terbalik, bahkan Kabupaten Padang Lawas membeli Beras dari luar. 

Lanjut Tondi bahwa kami tidak mungkin bisa bekerja dengan maksimal kalau tidak kerelaan hati seluruh masyarakat Kabupaten Padang Lawas memilih kami pada saat tanggal 27 juni nanti. Jadi setelah kami yang memimpin di Kabupaten Padang Lawas akan kami utamakan Pertanian, karena pertanian itu sangatlah bagus bagi kelangsungan hidup Manusia kedepan. Yang dulunya pihak Petani sulit air, kita akan buat Irigasi yang bagus, supaya airnya selalu ada dan tidak bocor, kami akan meletakkan PPl di setiap Desa, yang memberikan ilmu tentang Pertanian yang baik.Dan kami berjanji (Insya Allah) akan membuat Irigasi yang baik dan bagus, supaya Petani banyak mendapat air, sekaligus hasil sawahnya bisa mendapat yang maksimal yaitu bisa kembali produksi 300  kaleng per bumbun. Dengan adanya bagus Pertanian dan Persawahan, beras pun akan banyak, dan daerah luar pun akan membeli beras ke Kabupaten Padang Lawas, dan ini bisa menjadikan pemasukan PAD Padang Lawas yang muaranya ke dalam Kesejahteraan Petani dan Rakyat Padang Lawas. [TN/DewaJarlub S.Sos]

RedaksiTN