Hukrim

Karyawan PT. INDOFOOD Tewas di Tikam Teman Sendiri

Redaksi TN | Sabtu, 10 Desember 2016 - 12:26:38 WIB | dibaca: 540 pembaca

TopikNews.Com, PEKANBARU-Suasana PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk di Jalan KH Nasution Pekanbaru mendadak gempar atas peristiwa kematian salah satu karyawannya, Nofriadi (28). Bagaimana tidak, warga Jalan Suka Karya, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan tersebut tewas mengenaskan setelah ditikam oleh temannya sesama karyawan di TKP, Rafki Abdul Gani (32), Jum'at (09/12) pukul 23.00 WIB. Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Bukit Raya, AKP Sihol Sitinjak, sebelum tewas, korban memang sempat berkelahi dengan tersangka karena dipicu masalah sepele. Dimana beberapa saat sebelum perkelahian berujung kematian itu terjadi, tersangka terlebih dulu menyembunyikan kode lot atau kode produksi di gudang penuangan tepung di tempatnya bekerja. Hal itulah yang kemudian membuat korban marah. Apalagi, sambungnya, begitu kode lot disembunyikan tersangka, korban pun kemudian bersusah payah mencarinya. "Korban dan tersangka sempat berkelahi, hingga akhirnya korban meninggal dunia karena ditikam oleh tersangka menggunakan pisau," ujarnya kepada riauterkini.com, Sabtu (10/12/16) dinihari. Mantan Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir ini menuturkan, jenazah korban juga langsung dibawa ke RS Syafira Pekanbaru untuk divisum. Sementara itu, tersangka Rafki Abdul Gani tak membantah semua perbuatannya saat menghabisi nyawa temannya itu. Ketika ditanyai riauterkini.com, pria yang sudah bekerja di PT Indofood sejak 2007 tersebut mengaku nekat membunuh korban karena ikut terpancing emosi begitu korban memarahinya. Diawali dengan adu mulut, tersangka pun selanjutnya refleks mengambil pisau disekitar TKP dan menikamkannya ke tubuh korban. "Inti masalahnya saya memang sengaja menyembunyikan kode lot (kode produksi tepung di TKP). Sebenarnya saya hanya bergurau. Saya lakukan itu karena saya pernah digitukan juga sama dia (korban). Tapi dia marah lalu kami kelahi. Dia duluan nendang kursi, saya jadi ikut emosi. Saya ambil pisau lalu saya tusuk ke badannya," kisahnya menceritakan. Meski menyesal, namun atas perbuatannya itu, tersangka tetap harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di dalam jeruji besi. Tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.***

Laporan : aldiRaff 

Sumber :RiauTerkini.com