Otonomi

Keluarga Pendamping Desa mengintervensi Jurnalis Bahwa Dalam Pemberitaan Tak Usah Pakek Praduga Katanya

Redaksi TN | Selasa, 26 Mei 2020 - 12:07:07 WIB | dibaca: 400 pembaca

TopikNews (LAMPURA) - Oknum keluarga salah satu Pendamping Desa di Kecamatan Sungkai Barat, diduga  mengintervensi tugas Jurnalis, agar tidak menggunakan azas praduga tidak bersalah.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC. PPWI) menyayangkan ketidak pahaman keluarga Pendamping Desa yang juga seorang jurnalis.

Menurut Damiri Sekretaris DPC PPWI Kabupaten Lampung Utara, apa yang disampaikan oleh Medi seorang jurnalis yang mengaku adik dari Yenni Pendamping Desa di Kecamatan Sungkai Barat, melalui pesan WhatsApp nya, sangatlah tidak pantas dilontarkan oleh seorang jurnalis.

"Kalau memang tidak sepandangan lagi dengan keluarga saya janggan pakai dugaan lagi. Berita iTu .. Langsung pull saya mau liat sejauh Mana ..? Tulis Medi Keluarga Yenni Pendamping Desa, melalui pesan WhatsApp nya, Senin malam 25/05/2020.

Lebih lanjut Damiri, Selasa 26/05/2020 menegaskan, Tindakan yang dilakukan oleh keluarga Pendamping Desa yang juga seorang jurnalis itu dipandang telah mengintervensi kebebasan pers serta tidak memahami dalam melaksanakan tugas nya seorang jurnalis tetap menjunjung azas praduga tidak bersalah tersebut.

Jika saja dia (Medi) memahami tugas - tugas Jurnalis itu apa, serta tahu Kode Etik Jurnalistik (KEJ), maka tidak dibenarkan ada pihak lain mengintervensi kebebasan pers.

Pada Kode Etik Jurnalistik, sudah jelas, Pasal 1, menegaskan: “Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk”. Penafsiran darai Independen, berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers. Jadi, siapa pun dilarang mengintervensi wartawan dalam menyampaikan berita, paparnya.

Ditambahkannya, kalau pun Yenni Pendamping Desa. merasa keberatan tentang pemberitaan dibeberapa media online, maka sudah sepatutnya  melayangkan hak jawab serta sanggahan pada sejumlah awak media yang telah memberitakan kinerja nya.

Bukan meminta bantuan keluarga untuk mengintervensi tugas - tugas Jurnalistik, jelas Sekretaris DPC PPWI Kabupaten Lampung Utara.

Penulis : Apri tim
RedaksiTN