Otonomi

Lokasi Penginapan Ini Diduga Tak Miliki Izin, Warga Minta Satpol PP Amankan

Redaksi TN | Sabtu, 01 Agustus 2020 - 15:18:43 WIB | dibaca: 92 pembaca

TopikNews Siak- Penginapan merupakan suatu bangunan yang digunakan untuk memberikan pelayanan jasa penginapan atau tempat tidur dengan segala jasa penunjang lainnya yang terbuka untuk umum dan dikelola oleh pihak tertentu secara komersial.

Sekarang ini, istilah penginapan semakin berkembang karena sudah banyak tempat-tempat yang menyediakan layanan penginapan dengan nama yang berbeda mulai dari hotel, motel, losmen, guest house, villa, wisma dan lain sebagainya. Meskipun demikian, semua istilah tersebut merujuk pada satu arti yakni penginapan untuk umum.

Bisnis penginapan sekarang ini memang sangat menjanjikan. Terutama jika penginapan tersebut dibangun di daerah-daerah yang dekat dengan tempat wisata. Apalagi sekarang ini, banyak pula masyarakat yang menggunakan hotel bukan hanya untuk menginap, melainkan melakukan pertemuan atau meeting. 

Sebagai suatu bisnis penyediaan akomodasi, maka sudah sepatutnya bisnis penginapan mendapatkan perizinan dari pemerintah. Karena penginapan juga berkaitan dengan kegiatan pariwisata dari suatu daerah. Berdasarkan peraturan yang ada, setiap pengusaha pariwisata atau jasa penyedia akomodasi pariwisata wajib untuk melakukan pendaftaran terkait dengan usaha pariwisata yang dilakukan guna mendapatkan TDUP atau Tanda Daftar Usaha Pariwisata.

Maka sudah tentu bisa disimpulkan, jika lokasi penginapan yang tidak mengantongi izin resmi dari Pemerintah, dianjurkan segera mengurusnya dan selanjutnya layak beroperasi.

Tidak halnya dengan salah satu penginapan di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak ini. Namanya Wisma Mitra di Jalan Raya Perawang. Menurut informasi dari masyarakat, wisma tersebut belum mengantongi izin resmi dari Pemerintah.

"Saya menduga gak ada izinnya bang. Tetapi kenapa bisa menerima tamu ya ? Disamping izin yang belum ada kok bisa beroperasi? Bukankah tugas Satpol PP yang amankan seperti ini bang," kata salah seorang masyarakat disekitar wisma tersebut, Sabtu (1/8/2020).

Masyarakat yang meminta namanya tidak disebutkan itu, mengatakan bahwa banyak pasangan yang bukan suami istri memasuki penginapan berjumlah 8 kamar tersebut.

"Kalau malam banyak yang menginap bang. Tarifnya murah hanya seratus ribu rupiah bang. Dan, kemungkinan bukan suami istri yang nginap situ," katanya lagi.

Sementara itu penjaga wisma saat ditemui dilokasi menyampaikan bahwa wisma tersebut diklaim olehnya memiliki izin. 

"Ada izinnya pak. Tapi bos kami yang tau pak. Dan, kami juga minta KTP orang yang mau menginap disini. Kalau gak ada identitas diri maka kami tolak," kata seorang ibu yang menjadi penjaga wisma tersebut dan meminta namanya tidak disebutkan.

Namun sayang, penjaga losmen tidak bisa menunjukkan surat keterangan berupa izin penginapan tersebut.

"Bos yang tau pak. Nanti saya hubungi pak bos saya, biar ngomong sama bapak," ujarnya.

Amatan jurnalis dilokasi, tidak terlihat surat keterangan izin yang biasanya diterakan menempel pada dinding wisma tersebut.

Selain itu, beberapa pasangan yang bukan suami istri ditemukan disalah satu kamar wisma tersebut.

"Saya nginap sementara pak. Saya kerja anggota kontraktor pak. Sedangkan ini adalah pacar saya. Tapi saya mau nikah kok pak," kata pria asal Minas itu sambil tersipu malu.

(Tim)