Olahraga

Mengenang Sang Mantan Petinju Nasional Era 2000

Redaksi TN | Kamis, 15 Maret 2018 - 22:16:53 WIB | dibaca: 320 pembaca

TopikNews (PADANG LAWAS) -   "Buah Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya".Filosofi ini memang cocok di sematkan kepada Mantan Petinju Nasional era tahun 2000 asal Pangkalan Berandan Kabupaten Langkat Sumatera Utara.Dia adalah Frizona Fidal yang akrab di sapa Zona, pria kecil berkulit hitam manis kelahiran tahun 1975 ini merupakan anak dari salah Satu juga mantan Petinju Nasional dan Internasional yang dimiliki bangsa Indonesia di Era 1960- an adalah Said Fidal.

Dari tangan dingin seorang ayah (Said Fidal) karir seorang anak Pangkalan Berandan ini terus melejit dan memuaskan Best Record Nasional dan Internasionalnya.Namanya terus melejit ketika awal karir jadi Petinju Nasional pada saat menghiasi TV Swasta yaitu Indosiar tahun 2004. Dari permainan yang lincah,cepat,kuat pukulan kirinya dan gaya permainannya yang lucu (Entertaimen).Dan dari permainan yang lucu tersebut itulah Frizona ( Zona) banyak di kenal publik se antero Indonesia, termasuk masyarakat tempat tanah kelahirannya.Mulai dari karir pertama kali masuk kedalam Tinju Profesional di TV swasta Indosiar. Hal tersebut diungkapkan mantan sang petinju Nasional Frizona Fidal yang sering disapa Zona melalui sambungan udara WA (What Up) Yaitu Jakarta-Medan. 

Lanjut Zona Fidal bahwa namanya terus dikenal seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Pangkalan Berandan berkat pukulan kuat kirinya dan gayanya yang Kocak.Dan dalam tinju karirnya terus menang KO dan menang angka,karena gaya cara tinju saya (Petinju asal Pangkalan Berandan) lain dari Petinju lainnya yang masuk dalam Tinju Profesional di Indosiar.Kata penonton gayanya cukup sangat khas, yaitu gaya memancing lawan supaya lawan cepat panas dan cepat lemas, sehingga lawan pun cepat jatuh,dan itu memang kreator sekaligus aktraktif saya (zona) ketika main di atas ring.

Lanjut Zona memang itu harus saya lakukan karena supaya hilang grogi di atas Ring. Karena kalau sudah di atas Ring, semua harus bisa siap bertanding dan selalu siap untuk bisa saling menjatuhkan dan memang harus menang.Dan itu memang gaya ciri khas saya sendiri, selain memang dari instruksi sang Pelatih Said Fidal (Abahnya red-),saya senang gaya bertinju asal Inggris Nassem Hammed. Karena Petinju asal Inggris tersebut menang, karena gayanya memang membuat lawan menjadi panas dan lemas, dan Nassem Hameed pun bisa mengalahkan lawan-lawannya.Sekarang Gaya tinjunya menular ke saya (zona) dan hasilnya cukup meyakinkan. 

Semua lawan-lawan yaitu Petinju TNI AD waktu diamatir,waktu saya peryama kali terjun petinju Nasional asal Jatim yaitu Hari Royo,dan pertama kali saya kanvaskan ketika melawan petinju asal NTT Leo Iwasa ,semua itu bisa di jatuhkan dengan kemenangan yaitu dengan menang Angka, menang KO maupun TKO.Jadi,tidak salah jika gaya Nassem Hammed tertular kepada saya, dan gaya Entertaimen yang saya buat (zona) diatas ring itu pertama kali punya di Indonesia. Belum ada seorang petinju dengan mempunyai gaya yang Entertaimen dan Aktratif. 

Ketika ditemui TopikNews.com soal pertama kali menang saat main di Amatir dan di ajang Profesional, bagaimana perasaannya. Zona menjawab kalau kemenangan pertama kali dan bisa mengikat sabuk di pinggang kelas Terbang 49 Kg, rasanya tidak sadar dan menangis bisa mendapat sabuk gelar juara Nasional, dan rasanya mimpi yang baru bangun dari kenyataan. Pokoknya sangatlah haru sekali, dan selalu saya cimu-cium sabuk itu, bahkan sabuk tersebut saya bawa tidur.Ditanya Jurnalis Ketik TopikNews.Com apakah pelatih (sang abah)  juga ikut senang ketika anda menang di atas ring tinju, dan apa bahasa pelatih (sang abah) kepada anda.

Zona mengatakan bahwa Pelatih tidak pernah senang yang eporia, beliau tidak pernah memuji,tidak ada mempunyai bahasa yang gembira kepada semua murid petinjunya,termasuk sama saya (zona) anaknya sendiri.Walaupun saya dikit agak pusing mendengarnya, biasanya orang tua akan memuji penampilan anaknya jika menang, apalagi yang dilatih anaknya sendiri, tapi itu tidak ada bahasa memuji kepada saya seorang petinju.Bahasa Pelatih ( sang abah) kepada seorang muridnya "Kalau kita menang jangan cepat bangga dan kepala diatas,tapi kita sebagai Petinju Profesional yang handal harus banyak terus.. terus... dan terus berlatih yang gigih, karena kita masih banyak kekurangan.Tapi saya tetap tegar dan berlatih... berlatih... berlatih sesuai instruksi Sang Pelatih. Bersambung. [TN/DewaJarlub S.Sos]

RedaksiTN