Otonomi

Mengerikan ... Beginilah Nasib Jurnalis Padang Lawas Sumut

Redaksi TN | Kamis, 22 Februari 2018 - 11:35:50 WIB | dibaca: 146 pembaca

TopikNews (PADANG LAWAS) - Harga diri Pemimpin di Padang Lawas tergantung dari apa yang mereka lakukan kepada para Jurnalisnya. Kalau para Jurnalisnya tidak berharga bahkan dengan sengaja tidak dihargai, maka Pemimpinnya pun tidak berharga dan dihargai juga di hadapan Allah SWT.

Terbukti,jika kita melihat satu Daerah yang masih miskin dan susah, maka lihatlah cara para Jurnalisnya yang yang mempunyai kebutuhan hidup dan kahidupannya. Dan tengok jugalah Gaya para Jurnalisnya yang hidup dengan kesusahan. Tapi marilah kita melakukan Studi Banding dengan cara Ilmiah.

Melihat dengan Kabupaten tetangga di Daerah Padang Lawas, yaitu Paluta dan Rohul,apa yang menjadi kenyataan Hidup oleh para Wartawannya yang Sehat dan Sejahtera. Kenapa kedua Daerah tetangga bisa Sejahtera, karena para Pemimpin di Daerah tetangga sangatlah Sehat dan Sejahtera.

Disamping para Jurnalisnya di perhatikan dengan sangat seksama. Ingatlah Filosofi pada saat Hari Pers Nasional bahwa “Pers Sehat Negara Kuat”.Hal tersebut di ungkapkan salah satu Jurnalis Palas bermarga Hasibuan.

Lanjut Hasibuan bahwa sangatlah di sesalkan keberadaan Jurnalis di Kabupaten Padang Lawas, dengan masih susahnya menjalani Hidup dan Kehidupan di Kabupaten Padang Lawas dengan masih berlimpahnya SDA (Sumber Daya Alam).

Karena dari hasil hitung-hitungan kasar hasil Sumber Daya Alam di Kabupaten Padang Lawas, bisa memberikan makan Pagi, Siang dan malam (1 x 24 jam) kepada orang Medan sebesar 40% penduduk Warga Medan. Bahkan masyarakat Medan pun bisa bergaya “Tampil Prima” jika hasil SDA di Kabupaten Padang Lawas diberikan.

Bagaimana jika disatukan Anggaran di Medan yang sekarang masuk pada level 9 T, ditambah lagi dengan SDA ( Sumber Daya Alam) Kabupaten Padang Lawas yang 40% kepada warga Kota Medan, maka tidak adanya Masyarakat miskin di Kota Medan.

Tapi apa yang kita lihat bersama dengan kenyataannya sekarang, kabupaten Padang Lawas sangatlah “Berlika-Liku” dalam hal mencari nafkah, seperti lihat gambar di berita ini, bahwa terbukti salah satu Jurnalis di Palas untuk membelikan “Kacamata” untuk membaca saja susah dibeli, apalagi untuk bergaya Ganteng.

Hal senada di ungkapkan Jurnalis Ketik Berita Com Zona Palas Dewa Jarlub S. Sos mengatakan sangatlah sedih para Jurnalis Padang Lawas yang sudah 10 tahun di Palas tidaklah berkembang dan Sejahtera. Masih banyaknya para Jurnalis dengan hidup susah,walaupun hanya segelintir para Jurnalis yang hidup senang.

Jadi mohon kepada para Calon Pemimpin di Palas untuk lebih Perduli lagi dengan keberadaan para Jurnalisnya yang Profesional. Ingat.. Kalau “Harga Diri Pemimpinnya harus di angkat juga Harga Diri para Jurnalisnya”.Jangan Harap sebuah Kabupaten mau berdiri tegak maju jalan, tanpa para Jurnalisnya yang harus Berdiri langkah tegak maju jalan,artinya marilah kita sekarang ini yang sudah masuk “Zaman Now”,untuk di perhatikan para Jurnalis “Zaman Now” juga.

Lanjut Dewa, akan merasa rugi apabila kita sebagai Pemimpin untuk melupakan para Jurnalisnya yang Profesional. Sekelas Pemimpin Amerika Serikat Barrack Obamanya menghargai para Jurnalisnya, begitu juga Presiden Fenomenal kita di Indonesia Ir Joko Widodo mengatakan bahwa tanpa ada para Jurnalis yang Profesional, maka negara Indonesia tidak ada apa-apanya. Nah, bagaimana dengan kita di Kabupaten Padang Lawas, apakah akan ada perubahan hidup seorang Jurnalis yang bisa Sehat dan Sejahtera. Jawabannya hanya pada para Pemimpin di Kabupaten Padang Lawas. Kalau mau maju Kabupaten Padang Lawas, maka Majukanlah para awak Jurnalis di Kabupaten Padang Lawas. Dan itu sudah dirasakan para Jurnalis yang berada tetangga dengan Kabupaten Padang Lawas. [TN/DewaJarlub S.Sos]

RedaksiTN