Peristiwa

Mengerikan, Dunia Mendadak Gelap saat Sinabung Meletus

Redaksi TN | Selasa, 20 Februari 2018 - 18:31:55 WIB | dibaca: 160 pembaca

TopikNews (KABANJAHE) - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, membuat dunia terhenyak setelah menimbulkan letusan dahsyat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hampir seluruh media internasional menjadikan bencana ini sebagai berita utama mereka pada Senin, 18 Februari 2018.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG menyatakan Sinabung meletus pukul 08.45 WIB. Abu vulkanik berwarna kelabu dan hitam menyembur dari kawah letusan hingga ketinggian lima kilometer dari puncak gunung.

Tak hanya penduduk Kabupaten Karo yang dibuat terkejut dan terkesima dengan aktivitas Sinabung. Tapi, juga penduduk di kota tetangga seperti Kota Brastagi. Sinabung meletus dengan suara gemuruh yang cukup memekakkan telinga.

"Dahsyatnya letusan Gunung Sinabung. Tinggi kolom hingga 5 km disertai luncuran awan panas hingga 4,9 km. Suara bergemuruh. Baru kali ini letusan disertai suara gemuruh sejak 2014-2018. Tidak ada korban jiwa. Semua penduduk di zona merah sudah lama diungsikan," kata Kapala Pusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho di akun Twitter resminya.

"Anak SD berteriak dan takut melihat dahsyatnya letusan Gunung Sinabung pagi tadi. Awan panas dengan suhu 600-800 derajat celcius menuruni lereng sejau 4,9 km," kata Sutopo menambahkan informasinya.

Dalam video amatir yang diunggah Sutopo, tampak dengan jelas detik-detik Sang Sinabung memuntahkan isi perutnya ke angkasa. Tak hanya abu vulkanik yang dilontarkan tapi juga awan panas dengan jarak semburan mencapai 4,9 kilometer ke udara.

  

Memang tidak ada korban jiwa dalam letusan besar Sinabung, tapi tebalnya abu vulkanik yang disemburkan cukup menciptakan kengeriaan.

Bagaimana tidak, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, abu vulkanik telah menciptakan fenomena langka, di mana sinar matahari tak dapat menembus pekatnya abu vulkanik dan menyebabkan langit menjadi gelap gulita seperti malam hari.

"Masih turun terus ini. Posisi sekarang gelap gulita dengan jarak pandang hanya sekitar 2-5 meter. Yang paling parah di 5 kecamatan itu. Tapi dampak erupsi juga sampai ke kawasan Kuta Buluh," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karo, Martin Sitepu.

Lima wilayah kecamatan di Kabupaten Karo, yakni  yakni Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Payung, Kecamatan Tiga Nderdet dan Kecamatan Munthe. Tiba-tiba saja dilanda kegelapan seperti malam hari.

Pemilik akun Facebook, Firdaus Surbakti menyebutkan, kegelapan akibat abu vulkanik Sinabung, berlangsung cukup lama. Di wilayah Kecamatan Payung, dunia menjadi gelap seketika selama dua jam.

"Dampak letusan Sinabung Desa Payung sekitarnya hampir 2 jam gelap tertutup abu vulkanik," kata Firdaus.

Firdaus juga melampirkan tiga foto yang menggambar tiga kondisi Kecamatan Payung, yakni foto saat abu vulkanik mulai menutupi sinar matahari, foto saat kegelapan terjadi dan foto ketika abu mulai menipis dan kondisi kembali terang.

  

FOTO: Saat langit mendadak gelap seperti malam hari di Kecamatan Payung.

  

FOTO: Perlahan langit mulai terang.

  

FOTO: Dua jam setelah langit mendadak gelap gulita. 

Gunung Sinabung  adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi ke 2 di provinsi itu. Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter.

Gunung ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600, tapi mendadak aktif kembali dengan meletus pada tahun 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan berlangsung hingga kini.

Pada tahun 2013, Gunung Sinabung meletus kembali, sampai 18 September 2013, telah terjadi 4 kali letusan. Letusan pertama terjadi ada tanggal 15 September 2013 dini hari, kemudian terjadi kembali pada sore harinya. Pada 17 September 2013, terjadi 2 letusan pada siang dan sore hari.

Letusan ini melepaskan awan panas dan abu vulkanik. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya akan peningkatan aktivitas sehingga tidak ada peringatan dini sebelumnya. Hujan abu mencapai kawasan Sibolangit dan Berastagi. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, tetapi ribuan warga pemukiman sekitar terpaksa mengungsi ke kawasan aman. [TN**]

RedaksiTN