Olahraga

Pembalap Malaysia Ini Semakin Dekat Gantikan Folger di MotoGP 2018

Redaksi TN | Sabtu, 03 Februari 2018 - 22:17:17 WIB | dibaca: 134 pembaca

TopikNews (JAKARTA) - pembalap asal Malaysia yakni Hafizh Syahrin untuk membalap di kelas MotoGP 2018 semakin kuat. Kabar tersebut muncul setelah pembalap yang bersaing di kelas Moto2 bersama SIC Racing itu posisinya digantikan oleh rekan senegaranya yakni Zulfahmi Khairuddin.

Berdasarkan laporan Autosport, Sabtu (3/2/2018), SIC Racing secara mengejutkan mengumumkan menggantikan posisi Syahrin di kelas Moto2 pada musim ini. Mereka memilih untuk merekrut Khairuddin untuk menggantikan kursi Syahrin.

Hal tersebut pun menimbulkan spekulasi bahwa Syahrin akan naik kelas ke MotoGP. Pasalnya dalam pekan terakhir ini, pembalap berusia 23 tahun itu sering dikaitkan dengan Yamaha Tech 3 untuk menggantikan posisi Jonas Folger yang mengumumkan akan absen selama MotoGP 2018.

Seperti diketahui, Folger menyatakan mundur dari MotoGP 2018 karena masih bermasalah dengan penyakit yang ia alami yakni Sindrom Gilbert. Setelah pengumumannya tersebut, Yamaha Tech 3 pun kebingungan untuk mencari pengganti pembalap berpaspor Jerman itu.

Nama Syahrin muncul menjadi nama favorit yang digadang-gadang akan menggantikan Folger, selain Yonny Hernandez. Namun begitu, Bos Tim Yamaha Tech 3 yakni Herve Poncharal sebelumnya menyatakan bahwa dirinya tidak tertarik utnuk mempertimbangkan pembalap Malaysia tersebut.

Sebab nama Hernandez pun kuat menggantikan posisi Folger. Bahkan pembalap berpapspor Kolombia itu telah menjalani sesi tes pramusim MotoGP 2018 di Malaysia. Namun begitu, kesepakatan dengan Hernandez bisa saja dipersulit karena masalah kontrak dengan Pedercini Kawaski di Kejuaraan Dunia Superbike.

Penampilan Syahrin di kelas Moto2 sendiri kurang begitu menonjol. Raihan terbaiknya di kelas Moto2 adalah pada musim 2016 dengan menempati posisi 9 klasemen akhir pembalap. Sementara pada 2017, Syahrin hanya mampu menduduki posisi 10. Namun pada musim lalu, ia berhasil meriah dua podium di San Marino dan Jepang. [TN***]

RedaksiTN