Hukrim

Pembunuh Bilman Sinaga Divonis 9 Tahun Penjara

Redaksi TN | Sabtu, 31 Maret 2018 - 10:01:08 WIB | dibaca: 113 pembaca

TopikNews (ROHIL) -   Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Rohil, pada Selasa (27/3) sekira pukul 15.30 Wib kemarin, menggelar sidang putusan terhadap Sah Iran Halapangan Siregar (25) warga Mompang Satu, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Lawas Utara, Provinsi Sumut. Dalam sidang putusan itu, ia dituntut di vonis 9 tahun penjara. Artinya, putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) yang sebelumnya menuntut 12 tahun penjara.

Informasi dirangkum, bahwa pria ini menjalani sidang, atas dugaan pembunuhan terhadap korban Bilman Sinaga (62) warga Tanjung Pinang, Kepri yang ditemukan tewas di kediamannya di Dusun Berkat, Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rohil, Riau, beberapa bulan lalu.

Informasi dihimpun sebelumnya, bahwa terdakwa Sah Iran Siregar diduga melakukan pembunuhan terhadapan Bilmar Sinaga terjadi pada Sabtu (17/7) sekitar pukul 19.30 Wib. Setelah melakukan pembunuhan, terdakwa sempat melarikan diri ke kampung halamannya di Sumatera Utara. Namun, pelarian terdakwa tidak begitu lama, pada Sabtu (29/7) sekitar pukul 17.00 WIB terdakwa dapat diringkus oleh jajaran Sat Reskrim Polres Rohil dan jajaran Sat Mapolsek Tanah Putih. Sementara, pada sidang sebelumnya, terdakwa didakwa dengan pasal 338 KUHP junto 365 (3) KUHpidana dengan ancama penjara diatas 15 tahun penjara. 

Pada sidang sebelumnya, dalam keterangan terdakwa mengatakan, motif ia melakukan pembunuhan terhadap korban, karena terdakwa diberhentikan oleh korban dari pekerjaan memanen sawit di kebun milik korban. “Dengan alasan sakit hati itulah, membuat saya gelap mata untuk melakukan pembunuhan terhadap korban,” kata terdakwa pada sidang sebelumnya.

Diterangkan terdakwa, bahwa sebelum melakukan pembunuhan ia datang dari kampung dan langsung ke rumah kediaman korban. Hanya saja, saat itu korban tidak ada di rumah. Namun, berselang lebih kurang lebih 15 menit datanglah korban, dan korban langsung membuka pintu rumah sambil memasukan sepedamotor. “Saat korban masuk ke rumah, saya ikut masuk ke rumah,” ujar terdakwa.

Selanjutnya, lanjut terdakwa, korban mengatakan “mau apalagi kau regar, kan sudah saya katakan sudah ada penggantimu untuk bekerja”. Mendengar itu terdakwa meminta maaf, karena ia terlambat satu hari dari kampung untuk bekerja. “Saya pulang kampung kemarin, lantaran nenek saya sakit, kan bapak tau itu,” kata terdakwa kepada majlis hakim, sambil mengingat kejadian bersama korban saat itu.

Lalu, korban kembali mengatakan, tidak bisa lagi karena sudah ada pengganti pekerjaan terdakwa. Mendengar itu, terdakwa langsung mengucapkan kata-kata kotor kepada korban. Mendengar itu, korban langsung menampar muka sebelah kanan terdakwa. Tidak terima ditampar, lalu terdakwa memberi bogem mentah ke dagu korban. Tidak pelak, pada akhirnya terjadi duel. 

“Pada akhirnya, korban jatuh terlungkup, dan saya langsung keluar mengambil batu. Lalu, saya pukul kepala belakang korban sebanyak dua kali,” jelas terdakwa. Namun, terdakwa dapat memastikan jika terdakwa saat itu masih hidup, tapi tidak mampu berdiri lagi. Selanjutnya, terdakwa mengambil uang di dompet korban sebanyak Rp. Rp2.700.000 dan juga mengambil HP handphone milik korban merk Lenovo warna putih dan Samsung warna putih. Seterusnya, terdakwa mengunci pintu rumah disaat korban tidak berdaya lagi dan langsung singgah mobil berangkat kembali menuju kampung halamannya. “Saya ambil uang korban karena saya tidak punya uang lagi, sebab saya hanya pas ongkos datang saat itu,” jelas terdakwa sambil tertunduk lesu.
Sidang dengan agenda pembacaan putusan itu dipimpin oleh Hakim Ketua Rudi Ananta Wijaya SH MH Li didampingi dua hakim anggota, Lukman Nulhakim SH SH dan Rina Yose SH, dibantu oleh Panitre Penganti (PP), Richa Rionita Melaini SH. Sementara bertindak selaku Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Rohil Sulestari SH digantikan Rahmat Hidayat SH, sedangkan terdakwa didampingi oleh kuasa hukum Ridayanti SH dari Pos Bantuan Hukum ( PBH ) Sarinah Bagansiapiapi.

Dalam putusan yang dibacakan majlis hakim, bahwa sesuai dari keterangan saksi-saksi, fakta persidangan, keterangan terdakwa. Ia menilai jika terdakwa telah terbukti bersalah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 338 KUHP, dengan bunyi sengaja menghilangkan nyawa orang lain. 
Namun sebelum memutuskan, terlebih dahulu majlis hakim membacakan bermacam pertimbangan. Diantaranya, bahwa dalam persidangan terdakwa tidak berbelit-belit sehingga mempelancar jalannya sidang. Terdawa masih muda, tidak pernah dihukum dalam pidana apapun, dan terdakwa menyesali serta berjanji tidak mengulangi kejahatan itu lagi. “Untuk itu, terdakwa kami putuskan untuk menjalani 9 tahun penjara dikurangi dengan masa tahanan yang telah dijalani terdakwa,” ujar Rudi Ananta selaku Hakim Ketua dalam sidang itu.

Usai membacakan putusan, majlis hakim menanyakan kepada JPU dan terdakwa, apakah terima dengan putusan yang telah dibacakan. “Saya terima Yang Mulia,” ujar terdakwa sambil tertunduk lesu seperti sangat menyesali perbuatannya itu. Demikian pula JPU juga terima dengan putusan itu. “Karena seluruh pihak terima dengan putusan yang kami bacakan, maka sidang kami tutup sampai disini,” ujar Rudi Ananta Wijaya sambil mengetuk palu tanda ditutupnya sidang . [TN/dirman]

RedaksiTN