Pendidikan

Pengamat Pendidikan Menilai Sekolah Gratis Membuat Hasil Pendidikan Kurang Optimal

Redaksi TN | Rabu, 19 Februari 2020 - 13:55:59 WIB | dibaca: 126 pembaca

TopikNews (PEKANBARU) - Pengamat pendidikan yang telah berpengalaman menjabat sebagai ketua komite selama 9 tahun menilai program pendidikan sekolah gratis di Indonesia sebenarnya juga memiliki beberapa dampak negatif.

Menurut dia, salah satunya adalah setiap sekolah kurang dapat berkembang karena biaya operasional sekolah sangat tergantung dari bantuan pemerintah. Karna kita ketahui bahwa kebutuhan setiap anak itu dalam satu tahun membutuhkan 4-5 juta per anak. Karna untuk menciptakan Siswa yang memiliki nilai optimal harus adanya uji kompetisi pendidik. 

"Di samping itu, orangtua tidak dapat menuntut banyak karena merasa telah mendapatkan kemudahan melalui pendidikan gratis," kata dia, Rabu, Pekanbaru (19/02).

Dia menambahkan, dampak negatif lainnya adalah peluang terjadinya penyelewengan dana jika kurangnya pengawasan yang ketat, seperti banyak kasus yang terjadi di sejumlah daerah.

Meski begitu diakuinya, banyak efek positif dari program sekolah gratis, seperti meratanya pendidikan di Indonesia, meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia serta mengurangi tingkat pengangguran.

Jalan lain yang bisa ditempuh untuk mencapai mutu pendidikan tanpa program sekolah gratis adalah, memberlakukan sistem subsidi silang. "Pendidikan gratis yang bermutu juga perlu disesuaikan dengan kondisi setempat," ujar yasmin.

Dia mengatakan, untuk memajukan pendidikan membutuhkan biaya yang sangat mahal, namun peran masyarakat, pihak swasta, dan seluruh elemen yang ada, akan mampu mewujudkan keberhasilan pendidikan. Karena untuk menunjang pendidikan yang maksimal program sekolah gratis harus dikaji ulang. 

Ditempat yang sama Yasmin menjelaskan sistem Zonasi yang berlaku saat ini tidak efisien keberadaan nya yang ada di riau saat ini, karna kita ketahui kebutuhan di setiap daerah masih minim, contoh kecil kita liat pengalaman di tahun lalu banyak kontra yang terjadi di pekanbaru. [TN/aL]

RedaksiTN