Otonomi

Perayaan Hari Raya Imlek Tahun 2020, PSMTI Pekanbaru Akan Mengihasi Lampion Di Sepanjang Jalan Karet

Redaksi TN | Kamis, 16 Januari 2020 - 18:30:12 WIB | dibaca: 135 pembaca

TopikNews.com, (PEKANBARU) - Perayaan puncak hari Imlek bagi seluruh umat budha Tionghoa akan diadakan meriah dan dihiasi lampu Lampion menghiasi sepanjang Jalan Karet, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru pada 25 Januari 2020 mendatang. Dalam kemeriahan tahun ini, Imlek bertemakan Sio Tikus Logam. 

Sio Tikus Logam ini artinya sebuah bentuk prilaku tikus yang pandai dalam mencari makan tanpa mengenal rasa lelah dan putus asa.Meski dalam kenyataan tidak banyak, namun pasti dapat yang diinginkannya dengan kecerdikannya terus mencari rezekinya. 

"Imlek tahun ini Sio Tikus Logam. Artinya dia pinter dan cerdik cari makan dan yakin pasti dapat makan," ucap Kamin Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kota Pekanbaru kepada TopikNews.com, Kamis (16/1/2020) siang. 

Kamin menambahkan, Hanya saja, menurut dia perlu banyak diperhatikan dari sebelumnya tahun ini mungkin dapat banyak makan. Tentunya tikus ini makannya tidak banyak, tapi rutin. Berharap dapat belajar dari dia dengan cara mencari rezeki. 

"Tikus itu tidak terlalu banyak makannya, tapi tidak besar juga. Namun mudah-mydahan rutin. Lalu tikus itu juga cerdas artinya kita harus dapat melihat setuasi yang ada di Pekanbaru dan Riau. Kira -kira apa yang cocok kehidupan ditahun 2020 ini," ujarnya. 

Dia melihat, pembangunan di Pekanbaru sekarang ini telah banyak berubah dengan adanya proyek Jalan Tol Trans Sumatera telah dibangun yang menghubungkan beberapa daerah tetangga. 

"Tahun 2020 sangat bagus, karena kita memiliki kesempatan dengan adanya Jalan Tol Trans Sumatera melalui Pekanbaru yang menghubungi sejumlah daerah diberbagai wilayah," katanya. 

Dengan adanya tol yang bisa ditempuh melalui berbagai wilayah masuk ke Pekanbaru. Katanya, otomatis ini peluang bagi pihak masyarakat Pekanbaru untuk memanfaatkan sebisa mungkin dalam membantu program pemerintah. 

"Tergantung kita lagi melihat kesempatan itu, untuk mendapatkan rezeki yang benar dan halal. Walaupun sedikit yang mungkin pasti," sebutnya. 

Selain itu, harus diwaspadai juga terkait adanya pengeluaran keuangan karena pemasukan dinilai tidak terlalu besar. Makanya pengeluaran dapat dibatasi sebisa mungkin. 

"Jangan besar pasak dari pada tiang. Selain itu juga jaga kondisi kesehatan yang harus diseleraskan dengan mencaru rezeki," tegas.

Adapun, acara Imlek ini dengan adanya menghidupkan lampion sudah dimulai dengan menghidup sejak 10 Januari 2020 lalu. Malam ini akan hidup hingga 8 Febuari 2020 mendatang, dari mulai Cap Gomeh ke Cap Gome. 

Pada acara puncak Imlek detik-detik akan dimulai pada tanggal 24 Januari 2020 pukul 22.00 malam, lampu lampion akan dihidupkan seluruhnya mulai sore dan puncak malamnya akan ditutup dengan mercun. 

Imlek sebuah suatu kehidupan baru atau sebagai tahun baru Tionghoa untuk menyambut musim semi. Setelah musim dingin yang panjang, kegiatan berhenti. 

Imlek juga sebuah perayaan seluruh dunia warga Tionghoa dan juga sebagai hari kelahiran dari budha yang menggariskan keagamaan budha. (tnc.tri)