Nasional

Peringatan 13 Tahun Tsunami Aceh dan Bendera Setengah Tiang

Redaksi TN | Selasa, 26 Desember 2017 - 19:15:14 WIB | dibaca: 131 pembaca

Perbedaan kondisi Jalan KH Ahmad Dahlan, Banda Aceh sesaat setelah tsunami pada Minggu (26/12/2004) dan menjelang peringatan 13 tahun Kamis (21/12/2017)

TopikNews (PEKANBARU) - Pemerintah Aceh memusatkan kegiatan peringatan 13 tahun gempa dan tsunami yang berlangsung Selasa 26 Desember besok, di halaman Masjid Al Ikhlas, Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Leupung, Aceh Besar Kecamatan Leupung, Aceh Besar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi mengatakan pemilihan Kecamatan Leupung, Aceh Besar, sebagai lokasi utama penyelenggaraan peringatan tsunami didasarkan kejadian maha dahsyat pada 2004 silam.

"Kecamatan Leupung merupakan wilayah yang mengalami dampak serius akibat gempa dan gelombang tsunami yang mengakibatkan kehancuran harta benda dan korban ribuan nyawa masyarakat setempat," kata Reza di Banda Aceh seperti dilansir Antara, Senin (25/12).

Reza mengatakan, peringatan 13 tahun gempa dan tsunami kali ini mengangkat tema melawan lupa, dengan tujuan bangun kesadaran masyarakat menuju budaya siaga bencana.

Kegiatan tersebut nantinya akan dihadiri langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, masyarakat dan undangan lainnya.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan peringatan gempa dan tsunami setiap tahun diperingati secara sederhana dan dipusatkan di wilayah terdampak.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Rahmadhani menambahkan, ada empat tujuan utama yang ingin dicapai dari penyelenggaraan peringatan gempa dan tsunami Aceh setiap tahunnya, yaitu refleksi, apresiasi, mitigasi, dan promosi.

"Kejadian gempa dan tsunami masa lalu menyadarkan kita betapa kecil dan tidak berdayanya manusia di hadapan Allah SWT, dan setiap kejadian bencana tersebut harus menjadi ibrah sebagai introspeksi diri dan inilah bagian dari refleksi," kata Rahmadhani.

Rahmadhani melanjutkan, peringatan tsunami juga menjadi momentum penting untuk mengenang dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat atas segala dukungan dan solidaritas sosial dalam membantu pembangunan Aceh.

"Aceh berada di daerah rawan bencana. Khususnya gempa dan tsunami. Masyarakat Aceh harus bersahabat dengan bencana dan selalu membangun budaya siaga bencana dalam upaya mengantisipasi bencana-bencana yang mungkin terjadi di masa akan datang," jelasnya.

Dari sisi promosi, kata Rahmadhani, wisata dapat menjadi media efektif dalam memperlihatkan kepada masyarakat global tentang kekuatan, ketahanan dan ketabahan masyarakat selama tsunami.

Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengintruksikan kepada masyarakat agar mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang untuk mengenang bencana gempa dan tsunami selama tiga hari hingga Rabu 27 Desember.

"Dalam rangka mengenang tragedi tsunami menerpa Aceh pada 26 Desember 2004," kata Sekretaris Daerah Aceh Barat, Bukhari di Meulaboh.

Pengibaran bendera merah putih setengah tiang itu, tertuang melalui surat edaran kepada instansi pemerintah hingga masyarakat, dan merupakan bagian dari peringatan 13 tahun tsunami. 

Selain mengibarkan bendera setengah tiang, Kabupaten Aceh Barat juga menggelar zikir bersama yang dipusatkan di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh.

"Tahun ini tidak diadakan acara di kuburan massal korban tsunami, hanya di masjid agung. Zikir bersama, tausiah dan penyantuhan anak yatim," ujar Kasubag Hubungan Media Massa Sekdakab Aceh Barat, Adi Wijaya menambahkan.

"Pemda tidak melarang warga yang ingin ziarah atau kenduri rakyat di dekat lokasi kuburan massal," kata Adi.

RedaksiTN