Otonomi

Perusakan Sungai di PT GH Berbuntut Panjang, Kepala Suku Seko Angkat Bicara

Redaksi TN | Minggu, 07 April 2019 - 13:59:28 WIB | dibaca: 179 pembaca

TopikNews (PELALAWAN) - Sejak tahun 1998 yang lalu Perusahan PT Gandaerah Hendana berinvestasi di kabupaten pelalawan yang masa itu masih masuk willayah kabupaten kampar,namun belakangan hak guna usaha (HGU) perusahan ini kini sebagian masuk kabupaten Indragiri Hulu (INHU)

Tokoh masyrakat desa redang seko,kecamtan lirik,kabupaten Inhu -Riau.Jatim yang kini berusia kisaran tujuh puluh tahun (70 tahun) adalah salah satu saksi Pelaku sejarah hidup yang tau persis seluk beluk hal keberadan PT GH dari awal pembukaan kebun hinga sampai saat ini.

Terkait permasalahan warga desa Ukui II yang mengugat PT GH atas punah dan porak poranda nya ekosistem di tiga anak sungai,membuat kepala suku ini angkat bicara dan menjadi salah satu saksi di pengadilan Negeri -Pelalawan.

Di sambut dengan senyum,sapa ke awak media saat menyambangi kediaman pak Jatim,selasa,06/04/2019.mengucapkam ribuan terimakasih kepada awak media cetak dan on line yang telah meliput,meng awal atas persidangan gugatan terhadap PT GH ini.

Keberadaan desa ukui dua dengan desa redang seko hanyalah sebatas tugu,kami di sini keluaraga besar.yang mengugat pt GH adalah anak kemanakan saya (pak Jatim).di jadikan nya saksi di PN atas permohonan tokoh adat dan masyrakat juga tokoh pemuda (Ari).saya di mintai tolong jadi saksi karena mereka tau,Saya adalah pelaku sejarah hidup pt GH berinvestasi di negeri ini.

Batin Belangkin,"Suku badang dalam nagori"redang seko dan banjar dalam, adalah salah satu yang mengetahi dan penentu tapal batas/sepadan desa,termasuk tapal batas pembukan HGU PT GH.

Kedatangan PT GH pada tahun 1998 ke desa ini adalah dalam program perkebunan inti rakyat(PIR) dan kelompok kerja petani andalan (KKPA) namun berlanjut ke HGU.karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) kami merasa di kelabui,itu lah sejarah singkat pt GH,data asli berapa luas lahan perusahann ada sama saya (jatim). Jadi bersyukur lah permaslahan perusakan anak sungai ini di gugat,karena dari situ nanti ada celah untuk mengugat pt GH atas HGU nya yg berlebih dan yang lain .saya yakin nanti semua bakal terungkap atas kecurangan pt GH tersebut.

Terkait lahan HGU pt GH yang keberadan nya di kabupaten pelalawan
Namun belakangan sebagian masuk ke willayah kabupaten Indragiri Hulu,Jatim menyebut.ya itu benar sekali.namun apa kah semudah itu pihak perusahan merubah HGU nya.sudah jelas redang seko dan banjar dalam masuk kabupaten INHU namun terpampang di situ lahan ini masuk kabupaten pelalalawan, setelah saya pertanyakan ke pt GH dengan seketika itu plang papan langsung di cabut oleh perusahan,fenomena ini tejadi di tahun 2014 silam.dengan data yang saya miliki semua kecurangan pt GH akan kita buka semua nya,biar pejabat kabupaten  pelalawan dan kabupaten Inhu bisa mengambil sikap.

Terkait sungai yang keberadaan di desa redang seko, di mana di desa ini ada empat anak sungai,sungai andan,sangolang,seko,dusun mantai.sungai2 ini sudah ada jauh sebelum pt GH datang ke desa kami.

Dengan data akurat  yang di miliki kepala suku redang seko (Jatim).memohon kepada seluruh lembaga swadaya masyrakat, media on line dan cetak yang ada di riau ini agar dapat mengawal perjuangan kami ini.semua data yang pt GH ada sama saya (Jatim) dengan keterbatasan waktu,permasalahan PTGH tak dapat di rinci kan satu persatu,di lain waktu setelah pilpres dan pileg saya akan sampaikan dengan se detail detai nya ke awak media dan Lsm.

Tokoh masyrakat redang seko ini sering kedatangan tamu,pejabat dari pusat jakarta.dan tak jarang pula teror terhadap diri nya sering terjadi oleh orang-orang tak bertangung jawab.

Di sisi lain,tokoh pemuda Ari saat di hub melalui seluler nya.membenarkan tokoh masyrakat sekaligus tokoh adat di redang seko(Jatim)menjadi saksi dalam sidang gugatan terhadap pt GH. warga desa lain juga akan melakukan gugatan yang sama terhadap PT .GH.kita masih meragukan juga hal HGU perusahan yang masuk ke kabupaten pelalawan,ini sesuai data yang kami miliki.bersabar lah pak war. [TN/Dian]

RedaksiTN