Hukrim

Polda Riau Gelar Press Release Akhir Tahun, Kasus Penyalahguna Narkoba Meningkat

Redaksi TN | Senin, 31 Desember 2018 - 20:06:05 WIB | dibaca: 54 pembaca

TopikNews (PEKANBARU) - Polisi Daerah (Polda) Riau menggelar press Release hasil pengungkapan selama satu tahun 2018. Acara press release ini dilaksanakan di ruangan Tribrata Polda Riau yang beralamat di Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, Senin (31/12/2018).

Acara dipimpin langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo yang didampingi Wakapolda, Kabid Humas Polda Riau dan seluruh pejabat umum Polda Riau, serta puluhan wartawan dari berbagai media online, cetak, televisi dan radio.

Dalam pemaparannya, Kapolda Riau menyampaikan, bahwa di dalam press release ini dirinya akan menjelaskan lima sistematik, yang diantaranya, Bidang Pembinaan, Bidang Operasional, Pelayanan Publik, Bang Sarpras dan terakhir Catatan Penting.

Di Bidang Pembinaan, Kapolda menyampaikan bahwa sampai saat ini kekuatan personel Polda Riau berjumlah 10.873 personel yang mana jika dilihat dari idealnya, Polda Riau masih kekurangan personel sekitar 8.443 personel.

Selanjutanya di Bidang Pembinaan, selama tahun 2018 ini, Polda Riau telah memberikan kepada 151 personel reward atau penghargaan. Yang mana reward ini diberikan atas keberhasilan dalam pengukapan beberapa kasus, karya tulis buku dan polisi teladan. Reward ini paling banyak diperoleh oleh Pamen sebanyak 26 personel. Selain itu, selama tahun 2018 ini telah diberikan 9 jenis bintang jasa kepada 141 personel.

Selain pemberian reward, Polda Riau juga memberikan Punishment berupa hukuman bagi personel yang melakukan pelanggran. Yang mana selama tahun 2018 ini jumlah pelanggaran terjadi sebanyak 457 kasus. Diantaranya, Disiplin ada 363 kasus, tindak pidana 18 kasus dan pelanggran kode etik ada 76 kasus. Jumlah kasus pelanggaran dibandingkan pada tahun 2017 lalu sejumlah 607 kasus menunjukan penurunan dengan jumlah kasus 150 kasus.

“Jumlah pelanggaran terbanyak, berdasarkan pangkat di tahun 2018 adalah Bintara 486 personel, sementara ditahun 2017 Bintara 632 personel. Artinya tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu,” jelas Irjen Pol Widodo.

Sementara di bidang pembinaan, Kapolda Riau memaparkan persoalan pengaduan masyarakat (Dumas) yang mana selama tahun 2018 ada 182 Dumas yang masuk ke Polda Riau. Dari 182 aduan ini, 150 aduan sudah selesai dan 32 aduan masih dalam proses. Dari data 2017 lalu, jumlah Dumas mengalami penurunan ditahun 2018 ini sebanyak 30 aduan. Demikian juga dalam penyelesaian masalah, turut mengalami penurunan 24 aduan.

Jenis Dumas yang sering di adukan oleh masyarakat adalah masalah penyelidikan tindak pidana 116 aduan dan masalah tanah atau rumah sebanyak 26 aduan.

Berlanjut di bidang Operasional, Polisi berbintang dua ini menjelaskan, bahwa jumlah penyalahgunaan narkoba pada tahun 2018 ini sebanyak 1.839 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 2.653 orang. Angka ini menunjukan adanya peningkatan sebanyak 498 kasus dibandingkan tahun 2017 lalu.

“Adapun jenis penyalahgunaan narkoba terbanyak adalah sabu-sabu dan dilanjut ekstasi. Dan daerah paling rawan dan terbanyak kasus narkoba adalah Bengkalis, Pekanbaru, dan ketiga daerah Kampar,” ujar Kapolda.

Dikatakan Kapolda, bahwa secara nasional, kasus narkoba rata-rata mengalami peningkatan. Namun saya harapkan ditahun 2019 nanti, ini bisa kita tekan dan hendaknya jangan sampai Riau menjadi daerah pintu masuk bagi benda haram ini masuk ke Indonesia.

Sementara untuk jumlah tindak pidana korupsi pada tahun 2018 ini terdapat 26 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 39 tersangka. Hal ini juga meningkat sebanyak 4 kasus dibandingkan tahun 2017 lalu namun untuk jumlah tersangka yang ditahan menurun 8 tersangka. Dari penanganan kasus korupsi ini, Polri berhasil mengamankan kerugian negara sekitar Rp, 4 miliaran.

Kapolda berpesan, untuk menyelesaikan masalah dan kasus-kasus ini, untuk selalu meningkatkan sinergitas dan kerjasama dalam memelihara Kamtibmas di Provinsi Riau, agar Riau yang kita cintai ini bisa selalu dalam keadaan aman dan kondusif.

“Kami mengajak baik instansi, lembaga, stakeholder maupun komponen masyarakat untuk sama-sama kita kawal perhelatan pesta demokrasi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019 agar menghasilkan Pemilu yang aman, damai dan sejuk,” ungkap Kapolda lagi.

Jangan pernah mudah terpengaruh dengan berita-berita hoax yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. “Mari kita cerdas dan menyikapi perkembangan situasi yang terjadi dan dalam menggunakan Medsos. Mari kita kedepankan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan,” tutup Kapolda. [TN/Rls]

RedaksiTN