Peristiwa

Proyek Kanal Bloking di Desa Merbau, Buat Masyarakat Pusing 7 Keliling dan Stres.

Redaksi TN | Jumat, 20 November 2020 - 15:28:47 WIB | dibaca: 169 pembaca

PELALAWAN - TOPIK NEWS' COM. Apa pun jenis dan bentuk pembangunan yang ada di desa - desa, Seharusnya  Pembangunan itu dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, bukan sebalik nya. Justru. Dengan ada nya salah pembangunan yang ada  kini  menjadi petaka dan kerugian besar  bagi masyarakat yang ada di Desa Merbau. Jum'at. (20/11/2020).

Tokoh masyarakat,Desa Merbau Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau, Ozzy, Kepada media ini,Jumat (20/11).Menuturkan,dengan rasa penuh kesal dan kecewa berat.Ya, bagai mana tidak kecewa.Pasalnya pembangunan kanal (BRG) yang difungsikan untuk pencadangan air dalam antisipasi pencegahan kabakaran hutan dan lahan (Karhutla) itu tidak ada meminta izin dari pemilik lahan.

Pembangunan kanal bloking sa'at ini malah membawa petaka dan kerugian besar bagi masyarakat, Jelas.Kebun sawit kami kini terendam banjir, kami tak bisa ke kebun untuk memanen.Sedih nya.

Saya tegaskan, atas nama masyarakat Desa Merbau ( Ozzy - red ) Pembangunan kanal bloking oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) yang di manfaat kan untuk pencadangan air dalam antisipasi karhutlah untuk di tinjau kembali.

Berharap sangat, kepada Pengambil kebijakan, baik di kabupaten Pelalawan dan Provinsi Riau, juga Pemerintah Pusat, agar segera mengambil sikap atas bangunan kanal bloking tersebut.

Ya, jangan salahkan, jika kami mengambil sikap,akan tempuh jalur hukum atas  kerugian kami yang sangat besar, kebun kami terendam, bisa mengakibatkan seluruh tanaman kami mati, kalau kebun kami tak dapat lagi produksi, lalu anak dan keluarga kami mau makan apa. Tegas, Ucap," Ozzy. 

Bersambung...


By : DIAN.