Peristiwa

PT AA, Tolong Bayarkan Hak Kami, Jika Tidak Aksi Besar - besaran Akan Terjadi.Kami Muak Dengan Janji.

Redaksi TN | Kamis, 17 September 2020 - 12:28:56 WIB | dibaca: 167 pembaca

Pelalawan (Riau) TOPIKNEWS.COM.Musyawarah negosiasi pembahasan harga hutan tanaman rakyat (HTR) 4 rw (rukun warga ). Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan bersama management PT Arara Abadi distrik merawang desa pulau muda,pada hari selasa 15/09/2020,mengadakan acara pertemuan di kantor perusahan.

Dalam hasil musyawarah sebelumnya,perusahaan PT AA,dari harga 25.000 /ton,yang sudah di sepakati bersama,sebelum nya sudah di mediasi di kantor camat teluk meranti beberapa bulan yang lalu.

Namun, Pada saat musyawarah berikut nya, Humas PT IKPP Perawang melalui Humas yang di wakili oleh Lutfi, menyampaikan ,Perusahaan PT AA mau membayar seharga 15.000/ton dulu pada bulan oktober 2020 dan sisa yang 10.000/ton lagi akan di bayarkan pada bulan Nopember 2020 setelah izin kelompok Pulau Muda Sejahtera (PMS) keluar.Ucapnya.

Masyarakat yang tergabung di dalam furom masyarakat bersatu (FMB). Desa Pulau Muda atau di sebut masyarakt 4 rw tidak menerima yang di sampaikan pihak perusahaan PT AA.

Salah satu perwakilan masyarakat, Arizan, meminta kepada pihak PT AA pada saat musyawarah harus di realisasikan dengan harga Rp 25.000/ ton dan akan di bayarkan bulan oktober 2020 ini juga.pintanya.

"Arizan, Dengan nada tinggi di tengah forum,Kalau masalah tanggal pembayaran kita tidak tentuntukan, yang jelas bulan Oktober 2020,semua pembayaran sudah selesai semuanya, kami sudah lelah dengan musyawarah terus menerus,Kesalny.

Di tegaskan kembali (Arizan),Kalau juga pihak perusahaan tidak mau bayar sampai Oktober 2020 ini, tidak jadi masalah, 

"Tapi, Jangan salahkan kami tim dan masyarakat kalau buat aksi besar - besaran di wilayah perusahaan,Tegasnya

Dalam musyawarah negosiasi,perwakilan Humas PT AA,Lutfi belum bisa memberikan jawaban dan keputsan.

"Pihak perusahaan belum bisa memberi keputusan sesuai yang di harapkan,karna kami orang bawahaan,namun demikian kami akan sesegera sampaikan lagi masalah ini kepihak pimpinan (atasan) yang lebih lagi.

Berhubung, hasil musyawarah kedua belah pihak tidak  ada titik terang nya perwakilan masyarkat membuat surat pernyataan bahwasannya harga yang akan di bayarkan 15.000 / ton di tolak oleh tim atau perwakilan masyarakat.
 
"Dan harga yang harus di bayar sesuai permintaan (Komitmen) masyarakat seharga 25000/ ton, itu sudah harga mati.

Setelah surat pernyataan buat dan  di tanda tanggani oleh pihak management PT AA dan perwakilan masyarakat,untuk keputusan menunggu bulan Oktober 2020 mendatang.

"Cukuplah sudah kami di permainkan oleh Pihak perusahan,Kalau juga tidak terealisasi masyarakat 4 rw Desa Pulau Muda akan melakukan aksi,Tegas ,Arizan.

Turut hadir dalam musyawarah tersebut kapolsek teluk meranti, IPDA Dimas,tokoh masyarakat,tim HTR,beserta perwakilan perusahaan PT AA lutfi perwakilan humas PT Indah Kiat Perwang,Humas PT AAi distrik Merwang desa pulau muda sufarland.


Liputan : Juki Teluk Meranti.
Redaksi: TN.C.