Advertorial

Rapat Paripurna Istimewa HUT Riau ke-60,

Redaksi TN | Rabu, 09 Agustus 2017 - 18:27:18 WIB | dibaca: 143 pembaca

TopikNews PEKANBARU - DPRD Provinsi Riau menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka peringatan hari jadi Provinsi Riau ke-60. Acara dimulai pukul 11.00 WIB, bertempat di ruang rapat paripurna, Rabu (9/8/2017).   

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutannya, mengajak segenap anak negeri untuk tidak membedakan asal-usul, besar dan kecil, pangkat dan jabatan, gelar dan sebutan, untuk bahu-membahu, bersatu-padu, bersepakat dan berbulat tekad menjalin persatuan dan kebersamaan guna menyelesaikan persoalan.

"Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Bathin di Asia Tenggara Tahun 2020," ungkap Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. 

Hut Riau di awali dengan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan Migas pada Triwulan Pertama tahun 2017 yang mencapai Rp. 171,47 Trilyun dan tanpa Migas mencapai Rp. 113,75 Trilyun. Provinsi Riau menempati urutan ke-5 PDRB tertinggi di Indonesia dan tertinggi di Pulau Sumatera, dengan kontribusi sebesar 5,37 persen terhadap PDB Nasional.

Ekonomi Provinsi Riau melaju dengan cepat pada Triwulan II tahun 2017 dengan Migas sebesar 2,82 persen dan dengan non Migas 4,86 persen, berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 5,02 persen. Ekonomi Provinsi Riau naik dibandingkan tahun 2016 yang hanya 2,23 persen. Apalagi 2015 yang hanya 0,22 persen. 

Provinsi Riau ini masih berada di peringkat sepuluh besar dengan total realisasi investasi sebesar Rp 18,51 Trilyun. Jumlah tersebut sudah mencapai 100,05 persen dari target yang diberikan oleh BKPM RI kepada Provinsi Riau, yakni sebesar Rp. 18,5 Trilyun.

"Di tahun 2017, kita diberikan target investasi oleh BKPM RI sebesar Rp. 20,3 Trilyun atau meningkat sebesar 10,8 persen dibandingkan tahun 2016," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Trend pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau yang positif pada triwulan I dan II tahun 2017, telah mampu menurunkan angka pengangguran. Hal ini terlihat dari angka pengangguran di Provinsi Riau yang pada bulan Februari 2017 sebesar 5,76 persen turun dibandingkan keadaan pada bulan Februari 2016 sebesar 5,94 persen dan ditahun 2015 sebesar 6,72 persen, dengan persentase turun sebesar lebih dari 1 persen.

Sementara sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, jumlah penduduk miskin di Riau pada Maret 2017 sebesar 514.620 jiwa atau 7,78 persen dari total penduduk. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penduduk miskin di Riau berjumlah 515.400 jiwa atau terdapat sedikit penurunan, yakni 780 jiwa. Sejauh ini, angka kemiskinan di Riau lebih rendah jika dibandingkan dengan nasional yang mencapai 10,64 persen.  

Pembangunan yang terkait dengan Sumber Daya Manusia di Provinsi Riau juga terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Riau. Pada tahun 2016, IPM Riau telah mencapai 71,20. Sedangkan di tahun 2015 sebesar 70,84. Ini terjadi peningkatan sebesar 0,36 poin. Untuk Angka Harapan Hidup pada tahun 2016 sebesar 70,97, sedangkan di tahun 2015 sebesar 70,93. Terjadi peningkatan 0,04 poin.

"Pemberian Kartu Indonesia Pintar ini (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Di Riau sudah ada 220.937 calon penerima KIP dan sejauh ini sudah disalurkan sebanyak 177.961 KIP. Sementara untuk KKS di Riau ada 1.410.704 calon penerima KKS dan sudah disalurkan sebanyak 1.405.280 KKS," tutup Gubernur Riau Arsyadjuliandi. 

RedaksiTN