Pendidikan

REVOLUSI HATI ( Bag. 2 ) Oleh : M. Sangap Siregar Dosen STIKes Hang Tuah Pekanbaru - Riau

Redaksi TN | Selasa, 21 Juli 2020 - 13:01:44 WIB | dibaca: 207 pembaca

TopikNews Pekanbaru-Riau - Memahami tashauf hati pencerahan jiwa versi Imam Ghazali diatas merupakan rumus kimiawi diri yang memenuhi dimensi kepribadian Islami selaras fitrah kejadian insan.


Baiknya manusia hanya kalau mengikut kehendak Penciptanya.


Undang-undang Ilahi tentulah menjadi acuan normanya dalam seluruh nafas kehidupannya. Sebagaimana Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Memahami dasar acuan norma ini secara mendalam harus menjadi tugas setiap warga negara yang dilakukan secara terstruktur dalam berbagai jenjang pendidikan bagi setiap warga negara menjadi keniscayaan yang menjadikan dan melahirkan ciri khas suatu bangsa. Itulah dasar terjadinya revolusi hati nasionalisme kebangsaan.


Begitu juga standar kebaikan tertinggi revolusi hati yang universal dimaksudkan hanyalah kebaikan dan kebenaran Alloh dan Rosul menjadi tujuan dan sasaran. Ia harus menjadi ruh setiap pergerakan  dinamika perjuangan dan pembangunan. Hatta keperluan diri dan golongan harus mengorbit pada poros standar kebaikan dan kebenaran-Nya. Belumkah tiba saatnya bagi orang-orang beriman untuk untuk tunduk hati mereka pada tatanan nilai dan aturan ketentuan Ilahi (kebenaran)? Jangan lagi kita tunggu petaka-petaka besar menimpa dan menjungkirbalikkan kita semua baru insyaf dan sadar!


Untuk itu hendaklah kita senantiasa mawas diri dan waspada dalam mengejawantah acuan nilai dan norma baik dasar kehidupan agama maupun negara menuju kehidupan selaras dan seimbang menggapai keberuntungan dan kemuliaan dunia maupun kebahagian ukhrowi batin hendaklah kita sentiasa menjaga dan memerhati apapun yang mau kita lihat dan dengarkan, bicara dan pikirkan, rencana dan lakukan. Hendaklah selaras dengan acuan norma tersebut.


Ruh Revolusi


Mencari keredhaan Alloh dan Rosul dalam setiap tindakan amal perbuatan adalah kompas landasan konstalasi hati yang harus kita revolusi setiap saat. Jangan lengah walau sesaat gilap dan semailah senantiasa kecemerlangan hati dengan terus berfastabikul khairot memberi sumbangan terbaik karena Alloh bagi makhluk dan jagat semesta. Bukan sebaliknya terus menerus berpikir menjarah dan mengeksploitasi alam dan manusia untuk kepentingan syahwat diri nafsu semata dengan kesempatan peluang aji mumpung.


Insan terbaik hendaklah senantiasa berpikir besar dan agung bagaimana supaya setiap detik waktu dalam dinamika perjalanan dan perjuangan hidup senantiasa terus memancarkan sinar dan sinyal aura kebaikan bagi sesama.


Orientasi harapan


Inilah konsep hati yang telah tercerahkan meraih maqom ketinggian kepemimpinan hakiki (khalifah fil ardhi) yang dikehendaki dan dirindukan oleh setiap zaman. Langkah- langkah kaki orang-orang seperti inilah yang senantiasa dido'akan keampunan oleh setiap makhluk melata di darat dan dilautan. Hari ini tanpa kita bisa merevolusi hati menuju tingkat situasi batin yang seperti ini niscaya perbaikan di setiap lini kehidupan bangsa tidak akan pernah wujud.


Kata kunci memang kesadaran hati dan keinsyafan jiwa bahwa agama dan syari'at (kebenaran) adalah makanan rohani asupan jiwa kebaikan tertinggi yang mesti kita raih. Tanpa kita asaskan semua tindakan dan gerak hati dan laku amal perbuatan pada tataran nilai dan kehendak aturanNya, niscaya segala bentuk impian,  iming dan cita reformasi kehidupan kita, hanyalah bayang- bayang semu fatamorgana belaka, jauh dari harapan maju dan bahagia, bahkan sebaliknya akan terus melenceng jauh menuju nestafa yang tidak berkesudahan...nauzubillahi minzalik*

Tamat

Diterbitkan TNc