Pendidikan

Sekolah Masuk Siang, Pulang Sore Hari, Perda Mengaji Perlu di Tinjau Ulang

Redaksi TN | Jumat, 26 Juli 2019 - 20:47:39 WIB | dibaca: 131 pembaca

TopikNews (PELALAWAN) - Dari tahun ke tahun jumlah anak didik khusus nya di tingkat sekolah dasar terus meningkat,bagi orang tua wali murid sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban untuk menghantar kan anak anak nya untuk menuntut ilmu di sekolah agar kelak menjadi orang yang pintar dan cerdas.namun semua itu tidak terlepas dari sang pendidik dan fasilitas sekolah itu sendiri.

Bupati Pelalawan ,H.M.Haris.dunia pendidikan menjadi program utama yang di prerioritaskan hingga PERDA magrib mengaji di kabupaten Pelalawan -Riau pun di buat.

Namun sangat di sayang kan sekali,selam dua periode H.M.Haris menjabat sebagai orang no satu di kabupaten Pelalawan masih belum ada perubahan terkait anak sekolah dasar negeri khusus nya di kecamatan pangkalan kuras para anak didik masih belajar di sore hari.

Hasil pantauan awak media TN jumat 26/07/2019.masih banyak nya Sekolah Dasar yang belajar di sore hari.jika di lihat secara spontanitas memang kelihatan nya tidak ada masalah,namun jika di kaji lebih mendalam lagi,pola belajar seperti ini bagi anak se tingakat sekolah dasar sangat lah kurang maxsimal,begitu juga bagi sang pendidik.

Orang tua wali murid,ibu Herni warga Sorek satu ( puncak indah) kecamatan pangkalan kuras, Pelalawan -Riau.ibu rumah tangga ber anak tiga ini sangat mengeluh kan anak nya yang menuntut ilmu di sore hari.

Anak saya menuntut ilmu di Sekolah Dasar Negeri 17 Sorek Satu,kelas tiga,masuk sekolah pukul 1 wib ( siang) dan pulang jam 5 wib ( sore),sampae di rumah pukul 6 wib,setelah itu pergi mengaji.bisa di bayangkan anak anak kemana lelah nya.

Mantan kepala sekolah dasar yang tak mau di publikasi kan nama nya,sekolah masuk siang pulang sore,jelas kurang lah baik dan tak maxsimal cara belajar nya,pengalaman saya,anak yang belajar di sore hari resiko nya ada yang mengantuk waktu jam pelajaran,setelah pulang sekolah malam nya mengaji lagi.jelas kalau daya tangkap anak didik yang belajar di pagi hari dengan yang sore hari pasti nya ada perbedaan pola daya tangkap pikiran dalam menerima pelajaran dari sang pendidik,begitu juga bagi sang pendidik pasti nya ada ke lelahan dalam kegiatan belajar mengajar,untuk guru yang berstatus perempuan ini jelas menganggu kegiatan pekerjaan rumah tangga nya.ya klw boleh jujur baik anak didik dan pendidik jelas ini kurang relefan.tukas nya.

Kordinator wilayah pendidikan kecamatan pangkalan kuras,Syarifudin.S.pd.kepada awak media TN. Ada 5 sekolah dasar yang masuk sore,SDN 03,SDN 11,SDN 17,SDN 18,SDN dan SDN 27  Bukit kususma.jujur aj pak wartawan semua keluhan hal anak didik kita yg belajar nya di sore hari sudah kita sampaikan,namun dari pihak pemda kabupaten Pelalawan juga sudah merespon nya namun untuk penambahan ruang belajar sudah tidak memungkinkan lagi di karena kan areal ataw lokasi yang mau di bangun sudah tidak ada lagi.

" Solusi untuk penambahan ruang belajar solusi satu satu nya adalah pembangunan nya harus di buat lantai dua.solusi lain tidak ada,namun itu adalah gawe kabupaten Pelalawan.

Salah seorang tokoh masyarakat Sorek satu,ujang.kepada awak media,kalau saja bapak Bupati pelalawan beserta para anggota DPRD ada niat dan mau merumus kan penambahan pembangunan ruang belajar tidak lah begitu sulit,dan ini bukan rahasia umum lagi bahwa ada lima sekolah dasar yang membutuhkan penambahan ruang belajar,namun se akan akan pihak pejabat di Pelalawan ini kurang sekali peduli.

Terkait anak didik kita masuk siang belajar sampai sore hari,jelas banyak sisi rugi nya,baik dari orang tua murid,sang pendidik dan murid itu sendiri,belum lagi magrib mengaji.kasian anak anak kita.

Harapan tokoh masyarakat ini kedepan nya,agar bapak bupati, wakil rakyat dan pejabat yang berhubungan langsung dengan dunia pendidikan hendak nya lebih serius lagi untuk mencari kan solusi hal kekurangan ruang belajar,ya biar anak kita bisa belajar di pagi hari semua nya.pinta ujang. [TN/Dian]

RedaksiTN