Otonomi

Selamat Menempuh Hidup Baru

Redaksi TN | Sabtu, 14 April 2018 - 10:08:07 WIB | dibaca: 75 pembaca

Kedua Mempelai Annur Harahap SE dan Adi Kurdi Hasibuan SH

TopikNews (PADANG LAWAS) - Pernikahan adalah Upacara dan pengikatan janji nikah yang dilaksanakan oleh 2 orang, dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma sosial, norma agama,norma hukum.Terus terang bahwa pada Hakikinya menikah itu akan menenteramkan "Jiwa dan Raga" sekaligus menenteramkan "Lahir dan Bathin".Karena ada ayat Al-Quran Surah Ar-Rum "Dan dia antara tanda -tanda kekuasaannya adalah Dia (Allah) menciptakan bagimu istri-istri dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. 

Pernikahan sebagai sarana untuk memelihara keberlangsungan Gen Manusia,Alat Reproduksi dan menambah Regenerasi dari masa kemasa. 

Disamping dalam menjalani Pernikahan mempunyai banyak mendapat Faedah-faedah diantaranya : 1.Menikah dapat menyegarkan Jiwa Manusia,hati menjadi tenang dan memperkuat Ibadah. Karena dengan adanya kita menikah dan menjadi seorang suami,akan bisa terus menerus bersenang-senang dan bercanda gurau dengan Istri, karena kehadiran Istri di rumah tangga akan menghilangkan "Rasa Sedih dan Rasa Sakit" sekaligus akan menjadi "Menghibur Hati" Seorang Suami. Janganlah Filosofi mengatakan "Ketika Suami Berlayar mencari Nafkah, Maka Istri pun Ikut Berlabuh Mencari Tempat Kesenangan dengan Lelaki Hidung Belang".Maka peranan seorang istri menyambut suami pulang kerja dengan "Senyuman Manis,Salam Tangannya dan Memberikan Segelas Air Putih".Maka suamipun akan menjadi betah di sisi Istri tersebut. Janganlah kehadiran seorang Suami,ketika pulang kerja akan disambut dengan wajah yang kusam,marah-marah dan menghardik dengan suara sangat Tinggi sekali,bahkan yang pertama kali diucapkan adalah : Berapa Kamu (Suami) Dapat Uang dari kerjaan, mana Setorannya. "Nauzubillah Minzaliikaa".

Karena Perlu di ketahui bersama antara Istri dan Suami merupakan satu Pakaian yang harus kita tutupin bersama. setelah paska pernikahan janganlah "Rumah Tangga" akan menjadi Boomerang bagi keluarga kita sendiri, karena diantara kedua belah pihak saling "Ego dan Saling Mengalahkan",sehingga Pernikahan yang sebelumnya "Sakral" menjadi "Momok yang Menakutkan", yang seharusnya Pernikahan tersebut "Bagaimana kita Sebagai Manusia bisa melakukan Penyatuan 2  Persepsi Dalam 1 Atap". Akan menjadi Banyak Persepsi untuk merubuhkan Atap Rumah Tangga Keluarga kita sendiri. Karena jawabannya Hanya kedewasaan kita sebagai seorang Isteri dan sebagai seorang Suami yang bisa "Menjawab" itu semua. Jadilah seorang Istri yang Patuh terhadap Suami, Sopan Terhadap Suami,karena setelah kita lepas dari tanggung jawab dari orang tua, maka Surga seorang Istri itu ada di Telapak Kaki Suami, dan Surga seorang anak ada di Telapak Kaki seorang Ibu".Dan jadi Istri itu menjadi seorang "Bidadari Surga Suami" di Akhirat nanti... Amin. [TN/DewaJarlub S.Sos]

RedaksiTN