Winer

Sermier, Kue Tradisional yang Bertahan hingga Kini

Redaksi TN | Minggu, 03 Desember 2017 - 20:42:30 WIB | dibaca: 38 pembaca

TopikNews (JAKARTA) - Ricky Eta Raharja (33 tahun) warga Pagotan, Madiun memilih untuk tetap berjualan dan mempopulerkan Sermier di tengah serbuan makanan kekinian. Baginya, sermier dinilai menjadi salah satu warisan nenek moyang yang harus dijaga.

“Sermier ini harus dilestarikan, karena warisan leluhur,” tuturnya kepada awak media, Minggu (3/12/2017).

Sermier sendiri, lanjutnya, merupakan jajanan tradisional yang terbuat dari singkong. Berbentuk bulat serta rasanya yang gurih dan renyah, membuat makanan satu ini menjadi pelengkap lauk saat makan ataupun sebagai camilan.

“Sermier ini sebenarnya ada di daerah lain, cuma beda penamaan saja, ada yang menyebut sermiler, sermier dan lain-lain,” ucapnya.

Awal mula usaha Ricky ini dimulai dari Mbah Tun yang berjualan kerupuk sermier sejak tahun 1983 hingga 2012. Kemudian usaha ini dilanjutkan oleh Bu Eri bagian produksi dan Ricky bertugas berjualan. Dibantu sang istri, Ricky mulai menjajakan sermier melalui acara-acara anak muda seperti saat Car Free Day.

“Ini salah satu upaya, agar sermier tidak asing lagi di generasi muda,” ungkapnya.

Menariknya, Ricky berjualan dengan pakaian modis lengkap bak model papan atas. Menurutnya, dengan penampilan seperti itu, banyak warga yang tertarik dan justru langsung membeli barang dagangannya.

RedaksiTN