Otonomi

Warga yang lahannya digunakan untuk pembangunan Tol Padang-Pekanbaru menolak harga ganti rugi dari p

Terjadi Kesalahpahaman, Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Ditunda

Redaksi TN | Jumat, 01 Juni 2018 - 16:02:53 WIB | dibaca: 84 pembaca

TopikNews (JAKARTA) - Pembangunan jalan Tol Padang Pariaman-Pekanbaru, Riau, tertunda karena adanya penolakan dari warga pemilik lahan yang menilai harga ganti rugi yang ditetapkan pemerintah terlalu rendah.

"Ditunda dulu sementara sambil menunggu negosiasi dengan warga yang lahannya masuk dalam rencana trase pembangunan tol," kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit di Padang, Kamis, 31 Mei 2018.

Harga ganti rugi yang ditetapkan pemerintah sebenarnya cukup tinggi dengan rentang Rp 32 ribu-Rp 286 ribu per meter persegi, tergantung segmen masing-masing.

Namun masyarakat pemilik lahan menyangka harga Rp 32 ribu per meter itu merata untuk semua, sehingga muncul reaksi penolakan. Bahkan masyarakat sepakat meminta penghentian sementara proses pengerjaan jalan tol hingga ada kejelasan.

"Kalau saya lihat, ini ada kesalahpahaman dari masyarakat yang menolak. Perlu sosialisasi lebih baik agar masyarakat paham ada rentang harga untuk lahan, tidak dipatok Rp 32 ribu per meter," kata Nasrul.

Penolakan masyarakat tersebut otomatis menyebabkan target penyelesaian jalan Tol Padang Pariaman-Pekanbaru sepanjang 244 kilometer itu mundur. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan proses pembayaran ganti rugi rampung pada Juli 2018.

Pembangunan Jalan Tol Padang Pariaman-Pekanbaru akan dilakukan dalam tiga tahap hingga 2023 mendatang. Tahap I menghubungkan Padang-Sicincin sepanjang 27 kilometer, tahap II menghubungkan Bangkinang-Pekanbaru sepanjang 38 km, dan tahap III menghubungkan Sicincin-Bangkinang sepanjang 189 km. [TN/aL]

RedaksiTN