Peristiwa

TERKINI, Gunung Agung yang Tampak Tenang Keluarkan Asap 2 Warna, PVMBG Ingatkan Ini

Redaksi TN | Kamis, 07 Desember 2017 - 13:48:29 WIB | dibaca: 41 pembaca

TopikNews (BALI) -  Cuaca di kawasan Gunung Agung tampak cerah, Kamis (7/12/2017) pagi. Sang Giri Tohlangkir tampak mengeluarkan asap putih dan abu-abu (dua warna) dilihat dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali.

Saat ini Gunung Agung masih berpotensi mengalami erupsi eksplosif. "Hari ini terlihat tenang, namun di dalamnya aktivitas vulkanik masih relatif tinggi. Karena gempa-gempa vulkanik dangkal yang terkait dengan aliran fluida magmatik ke permukaan masih kelihatan dari gempa low frekuensi yang kami rekam," kata Kepala Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani.

Dari seluruh metode yang digunakan oleh PVMBG untuk memonitor kondisi Gunung Agung, Kasbani mengatakan PVMBG masih belum berani memutuskan untuk menurunkan status Gunung Agung.

Apalagi, secara visual Gunung Agung saat ini masih terus mengeluarkan asap, hembusan, dan tercatat gempa-gempa low frekuensi yang mengindikasikan bahwa masih adanya aliran magma menuju ke permukaan. "Kalau produksi magma, dari indikasi kegempaan, masih berlangsung. Artinya suplai masih ada terus," jelas Kasbani. Kasbani menegaskan bahwa Gunung Agung saat ini masih berpotensi mengalami erupsi. Namun Kasbani memberikan catatan bahwa erupsi tidaklah selalu soal letusan saja. "Erupsi bisa juga keluarnya magma ke permukaan. Bisa juga keluarnya abu, bisa juga keluar lontaran-lontaran. Itu yang harus dipahami," jelas pria

Dari laporan resmi PVMBG periode 00.00, sampai 06.00 WITA, Kamis (7/12/2017), tercatat gunung dengan ketinggian 3142 Mdpl ini masih berstatus awas. Selama periode tersebut, teramati asap keluar dengan ketinggian rata-rata 500, sampai 2000 meter.

Tercatat pula gempa-gempa masih terjadi di tubuh gunung agung, seperti laporan PVMBG sebagai berikut:

Gempa Hembusan, Jumlah : 4, Amplitudo : 3-6 mm, Durasi : 20-30 detik.

Gempa Low Frekuensi, Jumlah : 12, Amplitudo : 4-22 mm, Durasi : 26-80 detik.

Gempa Vulkanik Dangkal, Jumlah : 5, Amplitudo : 3-15 mm, Durasi : 9-23 detik.

Gempa Vulkanik Dalam, Jumlah : 4, Amplitudo : 3-24 mm, S-P : 1-3 detik, Durasi : 11-46 detik.

Selain itu, tercatat pula gempa tremor menerus amplitudo 1 - 20 mm, dominan 1 mm.

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur, PVMBG, Devy Kemal Syahbana menjelaskan, sebelumnya masyarakat sudah sempat terbiasa mendengar gempa-gempa dengan jumlah ribuan per hari.

Nah sekarang gempa relatif dengan jumlah yang lebih kecil namun justru perlu diwaspadai. "Dengan kondisi sekarang, kita tidak perlu lagi menunggu gempa yang jumlahnya seribu. Perlu diingat bahwa erupsi tanggal 21 November 2017 kemarin, itu adalah titik dimana jumlah gempa paling sedikit," kata Devy.


RedaksiTN