Advertorial

Walikota Hadiri FGD Tahap Kedua Pembangunan Tugu Bahasa

Redaksi TN | Kamis, 15 April 2021 - 14:21:13 WIB | dibaca: 149 pembaca

PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru DR. H. Firdaus ST. MT Menghadiri Focus Group Discusion (FGD) Tahap II Kajian Pembangunan Tugu Bahasa dan Moseum Bahasa Kota Pekanbaru bertempat di Hotel Jatra Kota Pekanbaru, Rabu, (14/04/2021).

Kegiatan turut dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diantaranya Kepala Dinas Perkim, Ardhani, Kepala Dinas PUPR, Indra Pomi, Kepala BPKAD Kota Pekanbaru, Syoffaizal dan jajaran teknis Pemerintah Kota Pekanbaru lainnya.

Pada FGD tahap kedua tersebut, Pemko Pekanbaru mulai menyusun kerangka acuan kerja (Term of Reference/TOR) pembangunan monumen bahasa. Penyusunan TOR ini penting guna menuju langkah selanjutnya yakni sayembara desain.

"Kami kembali menggelar Forum Group Discussion (FGD) lanjutan itu terkait rencana pembangunan monumen dan museum bahasa. Dalam FGD ini, kami menyusun Kerangka Acuan Kerja," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus. Lebih lanjut disampaikan Firdaus, pembahasan lebih kanjut perlu diadakan karena tahap berikutnya adalah sayembara untuk desain. Sayembara digelar secara nasional dan dari luar negeri.

"Jadi, para konsultan yang berminat dapat mengikuti sayembara itu. Mereka menerjemahkan ke dalam imajinasi. Sehingga, mana yang paling bagus akan digabung menjadi suatu desain," ungkapnya. Desain hasil imajinasi konsultan ini dijadikan modal dalam membangun. Karena monumen dan museum bahasa yang akan dibangun ini berkelas nasional.

"Kami harapkan ide-ide dari para putra bangsa," harap Firdaus.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru merealisasikan rencana pembangunan monumen dan museum bahasa yang akan dibangun di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya. Untuk tahap pertama, pembahasan dan kajian dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) di Ballroom Hotel Grand Jatra, Senin (15/3/2021) lalu.

"Rencana monumen bahasa ini telah direncanakan sejak 15 tahun yang lalu. Waktu itu saya masih berdinas di Pemprov Riau," kata Wali kota Pekanbaru Dr H Firdaus MT usai membuka FGD Tahap Pertama.

Saat itu, monumen bahasa dibahas oleh gubernur Riau bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, hal itu tak terlaksana.

"Bagi saya pribadi, ini menjadi utang yang harus diselesaikan. Karena, monumen bahasa ini untuk anak cucu kita," tuturnya.

Saat diskusi dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau beberapa pekan lalu, Firdaus menyampaikan lagi gagasan pembangunan monumen  dan museum bahasa. LAM Riau diajak menjadi penggerak bersama Pemko Pekanbaru.

"Sehingga, kami tindak lanjuti kesepakatan kerja sama tersebut dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). Kami juga menindaklanjuti dengan membentuk tim panitia percepatan pembangunan  monumen dan museum bahasa," ujarnya.

Tim kajian akademis juga dibentuk. Kepercayaan diberikan kepercayaan kepada Rektor Universitas Lancang Kuning Doktor Junaidi.

"Beliau mewakili perguruan tinggi dan juga LAM. Karena beliau juga pengurus LAM Riau," jelas Wali kota.

FGD ini adalah salah satu kerja nyata dari tim kajian akademik. Setelah kajian dilakukan, maka hasilnya dibuka dalam diskusi publik.

"Maka nanti, diskusi publik ini akan memperkaya kajian-kajian akademik yang sudah ada," pungkasnya