Otonomi

Warga Desa Pangkalan Tampoi Kecewa Berat Lantaran Pembangunan MCK Tak Dapat Dipergunakan

Redaksi TN | Sabtu, 12 Januari 2019 - 11:45:41 WIB | dibaca: 189 pembaca

TopikNews (PELALAWAN) - Pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) desa pangkalan tampoi kecamatan kerumutan Kabupaten Pelalawan Riau, tuai keritikan dari masyrakat tempatan.

Dari investigasi awak TopikNews.com (12/01/2019) terhadap keluhan masyrakat bahwa di desa tersebut telah membanguan mandi cuci kakus ( MCK ) yang mengunakan dana desa tahun 2018 namun pembangunan tersebut tak dapat di manfaat kan sebagai mana mesti nya.

Salah seorang warga, Pak Ujang, menjelaskan kepada awak media menutur kan. "Kami sangat benar benar kecewa  pak wartawan di karenakan pembangunan tersebut tak dapat kami gunakan sama sekali  karena air nya tidak ada dan tempat nya tidak strategis juga tempat mencuci nya pun tidak ada seolah pembagunan terkesan asal jadi saja", jelas ujang.

 Ditambahkannya, "pembangunan MCK syarat dengan kepentingan, pasal nya bangunan se ukuran panjang 2 meter dan lebar 2 meter dan tingi kisaran 2 meter mengahabiskan biaya kisaran 20 jutaan , ini di lihat dari biaya pembuatan sumur bor yg menelan biaya kisaran 25 jutaan namun sama sekali tak berpungsi", unhkapnya.

Kekecewan pak ujang bukan tak beralasan di karenakan jam terbang beliau seorang yang sudah lelah bekerja memborong bangunan rumah kantor dan lain nya, jadi kalau pembuatan MCK menghabiskan dan kisaran 20 jutaan , ya itu perlu di pertanyakan dan bila perlu di audit, tegas nya dengan nada geram.

Tim pengelola kegiatan ( TPK ) desa pangkalan tampoi , Basri , saat di temui awak media ,Jumat 11/01/2019. Dengan expresi wajah yang  ketat dan masam Membenarkan telah membangun MCK di desa nya pada tahun 2018 mengunakan dana desa namun hinga kini pembagunan itu belum bisa di manfaatkan sebagai mana semesti nya di karenakan sumur bor yg di buat tak mengeluarkan air.

Kepala desa pangkalan tampoi , rogaya saat di temui awak media baik di rumah dan di kantor desa tidak ada di tempat , dua no seluler yang di hub tak aktif. [TN/Dian]

RedaksiTN